Sabtu, 30 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS dan Israel Serang Iran, Eks Dubes RI: Trump dan Netanyahu Tak Bisa Dipercaya dan Pengecut

Eks Dubes RI untuk Iran menegaskan serangan AS dan Israel ke Iran menjadi wujud pemimpin kedua negara adalah orang yang tidak bisa dipercaya.

Tayang:

Sebelumnya, Trump mengungkapkan serangan dilakukan demi melindungi rakyat AS dari rezim Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

"Beberapa waktu lalu, militer AS memulai operasi serangan di Iran. Tujuan utama kita yakni melindungi masyarakat AS dengan mengeliminasi ancaman dari rezim Iran," katanya dikutip dari video yang diunggah di YouTube Gedung Putih.

Ia mengatakan AS akan memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir dan menuduh Teheran berupaya membanun kembali program nuklirnya dan mengembangkan rudal jarak jauh yang mengancam pihaknya dan sekutu.

"Kami akan memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir. Kami akan memusnahkan angkatan laut mereka. Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meratakan industri rudal mereka hingga ke tanah," tegasnya.

Trump juga mengklaim telah berbicara kepada Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan mendesak para anggotanya untuk menyerah.

"Kalian harus meletakkan senjata. Kalian akan diperlakukan secara adil dengan kekebalan penuh atau kalian akan menghadapi kematian yang pasti," tuturnya.

Di sisi lain, Trump juga sempat memberikan pernyataannya pada Jumat (27/2/2026) kemarin dengan menyatakan tidak puas atas situasi terkini dan kekuatan militer Iran.

Dia ingin agar Iran tidak memiliki senjata nuklir. Namun, menurutnya negosiasi telah berjalan alot.

"Kami tidak terlalu puas dengan cara mereka (Iran) bernegosiasi. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan kami tidak senang dengan cara mereka bernegosiasi," ujarnya di Gedung Putih setelah pembicaraan antara AS dan Iran terkait program nuklir Teheran, dikutip dari The Guardian.

Baca juga: Iran Membara! Ledakan Beruntun Guncang Sejumlah Kota, Internet Lumpuh, Rumah Sakit Siaga Penuh

Trump juga mengatakan pihaknya lebih memilih jalur diplomasi terkait kepemilikan senjata nuklir tersebut.

Namun, dia kembali menegaskan bahwa Iran dilarang untuk memiliki senjata nuklir.

"Akan sangat baik jika mereka bernegosiasi dengan itikad baik dan kesadaran, tetapi sejauh ini mereka belum mencapainya," tuturnya.

Kendati demikian, pernyataan berbeda terkait negosiasi antara AS dan Iran disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, selaku mediator kedua negara.

Dia mengatakan pembicaraan terbaru telah mencapai kemajuan signifikan dan bahwa 'perjanjian damai adalah dalam jangkauan kita'.

Albusaidi menuturkan bahwa Iran telah sepakat untuk tidak menggunakan bahan nuklir untuk membuat bom.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved