Rabu, 15 April 2026

Dugaan Korupsi di Kemendikbud

Penasehat Hukum Nadiem Makarim Soroti BAP Para Saksi: Terkesan Seragam   

Penasihat hukum Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook menyoroti kejanggalan BAP puluhan saksi di sidang Tipikor.

Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami
SIDANG CHROMEBOOK - Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim di sela menjalani sidang kasus pidana korupsi pengadaan laptop Chromebook di kementerian yang pernah dipimpinnya di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026). (Ibriza/Tribunnews) 

Ringkasan Berita:
  • Penasihat hukum Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook menyoroti kejanggalan pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) puluhan saksi di sidang Tipikor.
  • Ari juga mendorong majelis hakim untuk memastikan efisiensi waktu persidangan agar saksi yang dihadirkan benar-benar berbobot.
  • Nadiem Makarim membantah tuduhan adanya persekongkolan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ari Yusuf Amir, penasihat hukum mantan Menteri Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook menyoroti kejanggalan pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) puluhan saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke persidangan.

Ari mengatakan, materi BAP para saksi terkesan seragam layaknya hasil copy-paste, bahkan hingga pada penempatan tanda bacanya.

“Bayangkan, bagaimana titik koma BAP bisa sama? Kan tentunya copy-paste. Keterangan yang dipakai seharusnya adalah keterangan persidangan, bukan sekadar yang di BAP," kata Ari dalam keterangan tertulis dikutip Jumat, 6 Maret 2026.

Ari juga mendorong majelis hakim untuk memastikan efisiensi waktu persidangan agar saksi yang dihadirkan benar-benar berbobot dan tidak sekadar mengulang keterangan yang sama.

Persidangan lanjutan perkara pengadaan laptop Chromebook pada Kamis, 2 Maret 2026 lalu membahas pentingnya fitur Chrome Device Management (CDM) yang melekat pada perangkat laptop Chromebook.

Mantan Kapusdatin Kemendikbudristek, Muhammad Hasan Chabibie memaparkan, CDM adalah fitur pengawasan terpusat yang sangat krusial bagi dunia pendidikan.

“Kalau kita bicara device manager memang salah satu problem di dunia IT itu kita kesulitan untuk mengontrol penggunaan perangkat. Dengan CDM kita bisa mengontrol konten yang digunakan di laptop di sekolah, termasuk menghindari konten negatif seperti pornografi dan judi online, serta melihat aktivitas perangkat,” jelas Hasan.

Terkait tuduhan bahwa pengadaan Chromebook tidak efektif juga dibantah keras dengan paparan data komprehensif, Nadiem Makarim membeberkan bahwa dari 1,4 juta perangkat yang didistribusikan, data last login menunjukkan 85 persen di antaranya masih aktif digunakan hingga tahun 2025, dengan ratusan ribu pengguna aktif setiap bulannya.

Baca juga: JPU Klaim Miliki Bukti Baru, Singgung Adanya Penambahan Penghasilan Nadiem Makarim Rp 809 M

Pada saat Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2024, hampir 1 juta unit Chromebook digunakan. Hal ini diperkuat oleh catatan BPKP tahun 2023 yang mengonfirmasi bahwa 86 persen siswa dan 58 persen guru menggunakan Chromebook untuk keperluan ANBK dan pembelajaran berbasis IT.

Dengan data tersebut, Penasihat Hukum Nadiem Makarim, Dodi Abdulkadir menyayangkan adanya penyajian data yang tidak utuh dalam melihat efektivitas program pengadaan Chromebook zaman Nadiem ini.

“Ada data 12 bulan, tapi yang diambil cuma 6 bulan. Padahal berdasarkan data yang penuh dan objektif dari dashboard resmi yang sudah diaudit, penggunaan Chromebook sudah sangat efektif," kata Dodi.

"Penggunaan Chromebook tercatat 58 persen untuk pembelajaran guru, 55% untuk siswa, serta di atas 85% untuk Asesmen Kompetensi Minimum (AKM),” papar Dodi.

Sidang kasus Nadiem Makarim Kamis lalu juga mengungkap fakta-fakta baru yang memperjelas isu harga pasar dan menepis dugaan kerugian negara.

Dalam sidang ini, terungkap bahwa harga pengadaan yang dilakukan sudah berada di batas bawah harga pasar dan perangkat Chromebook masih aktif digunakan oleh jutaan siswa dan guru di seluruh Indonesia.

Baca juga: Eks Anak Buah Nadiem Makarim Ungkap Alasan Beri Ponsel ke Rekan Kerja: Empati Karena Kesulitan Zoom

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved