Jumat, 10 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

PDIP Singgung Kedekatan Pemikiran Ali Khamenei dan Soekarno dalam Semangat Antikolonial

PDIP menyinggung kedekatan pemikiran antara Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei dan Presiden pertama Indonesia Soekarno. 

Tribunnews.com
BELASUNGKAWA - KONFLIK TIMUR TENGAH - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Yulius Setiarto saat mengunjungi Duta Besar Iran untuk RI Mohammad Boroujerdi di Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta pada Senin (9/3/2026)/ HO 

Pekan lalu, Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengirimkan surat duka cita mendalam kepada Pemerintah Republik Islam Iran atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

Dalam surat personal yang penuh muatan historis tersebut, Megawati secara khusus mengungkap sisi lain mendiang Khamenei sebagai sosok ulama yang sangat mengagumi pemikiran proklamator RI, Dr. (H.C.) Ir. Soekarno.

Surat belasungkawa tersebut diantarkan langsung oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, bersama Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah, kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Langkah diplomatik ini dilakukan menyusul gugurnya Ayatullah Ali Khamenei dalam serangan militer Israel dan Amerika Serikat ke wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 lalu.

Ikatan Ideologis dan Kekaguman pada Pancasila

Dalam petikan suratnya, Megawati menegaskan bahwa wafatnya Khamenei merupakan kehilangan besar, bukan hanya bagi Iran tetapi juga bagi mereka yang mencintai kemerdekaan.

Megawati menyebut ada kedekatan batin yang unik antara pemimpin Iran tersebut dengan Indonesia.

"Bagi kami di Indonesia, sosok Ayatullah Ali Khamenei memiliki kedekatan batin dan pemikiran dengan perjuangan Bung Karno," tulis Megawati.

Ia membeberkan fakta bahwa sejak usia muda, Khamenei adalah pembaca pemikiran Bung Karno yang menjadikan pengalaman Indonesia, terutama Pancasila dan semangat Dasa Sila Bandung, sebagai referensi dalam merumuskan sintesis antara agama, kebangsaan, dan keadilan sosial di Iran.

Megawati menilai Khamenei sebagai negarawan yang berhasil memadukan iman keagamaan dengan sikap anti-imperialisme yang konsisten selama lebih dari tiga dekade memimpin di tengah tekanan geopolitik dunia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved