Senin, 18 Mei 2026

Ijazah Jokowi

Sempat Sindir Eggi dan Damai, Rismon juga Ajukan Restorative Justice soal Kasus Ijazah Jokowi

Rismon kini mengajukan restorative justice terkait kasus ijazah Jokowi. Padahal, ia sempat menyindir Eggi dan Damai yang turut mengajukannya.

Tayang:

"Nama Pak Jokowi akhirnya menggantung. Harusnya pihak pro Jokowi kecewa sama Pak Jokowi, kok dikasih RJ," kata Rismon dalam program Bola Liar di YouTube Kompas TV pada 17 Januari 2026 lalu.

Rismon Sempat Ingatkan Damai soal Perjuangan

Rismon turut mengingatkan secara khusus terhadap Damai pasca dicabutnya status tersangka terhadapnya dalam kasus ini.

Ia menganggap Damai bersifat egois setelah mau untuk menerima pencabutan status tersangka dalam kasus ini.

Menurutnya, terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Damai karena meminta maaf kepada Jokowi saat bertemu di Solo, Jawa Tengah, pada 8 Januari 2026.

Selain itu, pencabutan status tersangka terhadap Damai maupun Eggi karena adanya pengajuan restorative justice.

Meskipun, tudingan itu dibantah oleh Damai di mana dirinya tidak meminta maaf saat menyambangi kediaman mantan Wali Kota Solo itu.

"Jadi yang pasti bagi saya ini (Damai menerima pencabutan status tersangka) egoisme sih," katanya.

Rismon lantas mengingatkan Damai terkait diskusi panjang yang pernah dilakukan bersama saat awal memulai untuk mengungkap keaslian ijazah Jokowi pada 15 April 2025 lalu.

Damai, kata Rismon, mengungkapkan pengungkapkan keaslian ijazah Jokowi demi kepentingan masyarakat Indonesia dan membenahi mekanisme pencalonan kepala daerah maupun capres dan cawapres dalam pemilu mendatang.

Baca juga: Rekam Jejak Rismon Sianipar, Ahli Digital Forensik yang Dituduh Buat Surat Kematian dan Ijazah Palsu

Dia menegaskan tidak ada kepentingan pribadi dalam upaya mengungkap keaslian ijazah ayah dari Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, tersebut.

"Bang DHL (Damai Hari Lubis) bagaimana kita berdiskusi panjang pada 15 April (untuk mengungkap keaslian ijazah Jokowi), untuk apa? Untuk republik ini, perbaikan sistem seleksi (pencalonan) di KPU (pada pemilu) mendatang."

"Ini bukan masalah personal kita, masalah Roy Suryo, Rismon, Tifa, bukan. Supaya ada perbaikan sistem seleksi KPU ke depan, ada transparansi, kebutuhan rakyat untuk transparan. Jangan sampai ada lagi wapres tak lulus SMA, diloloskan cawapresnya itu, hanya modal surat keterangan," bebernya.

Di sisi lain, Rismon membantah telah pecah kongsi dengan Damai setelah terbitnya SP3.

Dia mengaku tidak pernah merasa satu kubu dengan Damai maupun Eggi.

Ia kembali menegaskan upayanya mengungkap keaslian ijazah Jokowi demi kepentingan bangsa dan perbaikan pemilu ke depannya.

"Kalau dipecah (kongsi) itu seolah-olah ini kebutuhan personal RRT (Roy Suryo, Rismon, Tifa) dan lainnya. Ini kebutuhan republik ini mengetahui riwayat pendidikan presidennya yang dua periode," ujarnya.

"Perbincangan kita (Rismon dan Damai) panjang by telephone, pembicaraan kita demi negara ini, bukan kepentingan Roy, Rismon, atau Tifa," sambung Rismon.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved