30 Negara yang Paling Banyak Habiskan Anggaran Militer, Termasuk TNI
Amerika Serikat memiliki militer termahal di dunia menghabiskan hampir $1 triliun untuk pertahanan.
Ringkasan Berita:
- Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS) mengumpulkan data tentang anggaran militer dunia.
- Militer-militer terkemuka menghabiskan ratusan miliar dolar untuk pertahanan, militer Amerika Serikat (AS) yang paling boros.
- Presiden AS Donald Trump telah mengusulkan peningkatan pengeluaran pertahanan tahunan menjadi 1,5 triliun dolar AS.
- Anggaran militer dunia tidak selalu habis digunakan di medan perang namun juga boros untuk biaya perawatan alutsista.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggaran militer dunia mencapai total $2,6 triliun pada tahun 2025, dan AS menyumbang lebih dari sepertiga dari jumlah tersebut.
Amerika Serikat (AS) memiliki militer termahal di dunia menghabiskan hampir $1 triliun untuk pertahanan.
Angka itu lebih dari tiga setengah kali lipat anggaran pertahanan China, yang merupakan negara terbesar kedua.
Mulai dari pengeluaran untuk teknologi nuklir hingga pesawat terbang dan kapal perang canggih , militer-militer terkemuka di dunia mengalokasikan ratusan miliar dolar setiap tahunnya untuk tetap unggul di sektor ini.
Di beberapa negara, pengeluaran militer didominasi oleh barang-barang mahal seperti aset angkatan laut atau pesawat terbang atau rudal berteknologi canggih.
Sementara negara lain mengalokasikan sejumlah besar uang untuk memelihara sistem pasukan wajib militer yang besar, termasuk biaya peliharaan alutsista.
"Pada akhirnya, pengeluaran militer bervariasi antar negara tergantung pada lokasi dan kepentingan," kata Gian Gentile, seorang pensiunan kolonel Angkatan Darat AS dan sejarawan senior di RAND kepada Business Insider.
Biaya perawatan alutsista tidak sedikit
Beberapa negara memprioritaskan pertahanan dalam negeri sementara yang lain menghargai keunggulan dan proyeksi kekuatan yang luas.
"AS menghabiskan banyak uang untuk sistem senjata yang lebih canggih dan sangat presisi ," katanya.
Anggaran militer dapat diukur baik sebagai jumlah total maupun sebagai bagian dari PDB negara tersebut, yang mencerminkan beban pada perekonomiannya.
Di seluruh dunia negara-negara menghabiskan rata-rata 2,01 persen dari PDB mereka untuk pertahanan pada tahun 2025.
Pengeluaran masa perang sebagai bagian dari PDB biasanya meningkat sehingga memberi tekanan pada ekonomi sipil, kata Mark Cancian, penasihat senior di Center for Strategic and International Studies.
Ukraina pada tahun 2025, misalnya, mengalokasikan lebih dari 20% PDB-nya untuk militer, persentase tertinggi di dunia.
Statistik pengeluaran membantu menggambarkan prioritas pertahanan, tetapi tidak selalu diterjemahkan ke dalam kesiapan untuk konflik.
"Kesiapan itu sangat mahal, dan mudah rusak," kata Cancian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PARADE-MILITER-china-3.jpg)