Ijazah Jokowi
Beredar Chat Dokter Tifa Minta RJ ke Jokowi, Roy Suryo: Hoaks, Nomornya Baru Beli
Roy Suryo membantah Dokter Tifa meminta untuk bertemu Jokowi terkait permohonan restorative justice. Hal ini beredar lewat chat WhatsApp.
Ringkasan Berita:
- Roy Suryo membantah terkait beredarnya tangkapan layar chat WhatsApp yang berisi permintaan Dokter Tifa untuk mengajukan restorative justice ke Jokowi.
- Dia menegaskan nomor yang tertera dalam tangkapan layar tersebut bukanlah milik Dokter Tifa.
- Roy menyebut berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan, nomor itu baru saja dibeli dan tidak ada kaitannya dengan nomor kontak milik orang terdekat Dokter Tifa.
TRIBUNNEWS.COM - Pakar telematika, Roy Suryo, membantah terkait beredarnya tangkapan layar chat WhatsApp mengatasnamakan pegiat media sosial, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, yang berisi terkait permintaan yang bersangkutan untuk mengajukan permohonan keadilan restoratif atau restorative justice (RJ) kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Berdasarkan tangkapan layar dan rilis pers yang diterima Tribunnews.com pada Jumat (27/3/2026), orang yang mencatut nama Dokter Tifa dan meminta untuk difasilitasi pergi ke kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah untuk mengajukan restorative justice.
Adapun chat tersebut, ditujukan kepada orang yang diduga adalah Ketua Jokowi Mania (Joman), Andi Azwan.
"Bantu fasilitas saya berkunjung ke kediaman Pak Jokowi, Bang Andi, dalam rangka silaturahmi Idul Fitri," demikian isi chat tersebut.
Roy Suryo menegaskan, chat tersebut tidak dituliskan oleh Dokter Tifa dan dipastikan palsu.
Dia menuding bahwa chat itu dilakukan oleh kelompok bernama Ternak si Mul (Termul).
Termul merupakan istilah yang kerap ditujukan kepada kelompok yang diduga adalah pembela Jokowi.
Baca juga: Dokter Tifa Bantah Isu Mundur dan Tetap Vokal Kritik Ijazah Jokowi Pasca-Ramadan
Istilah tersebut pertama kali disampaikan oleh Dokter Tifa melalui cuitannya di akun X pribadi pada 18 Mei 2025 lalu.
Roy Suryo juga menyebut bahwa beredarnya chat tersebut menjadi upaya adu domba.
"Ini modus yang dipakai oleh Termul dalam aksinya memecah belah rakyat Indonesia selama ini," katanya.
"Mereka yang membuat WA palsu mengatasnamakan 'Dokter Tifa' tersebut, mengirim sesama mereka, kemudian mengirimkannya ke salah satu PH (penasihat hukum) Tifa, seolah-olah bertanya," sambung Roy.
Dia juga menegaskan, nomor WhatsApp tersebut bukanlah milik Dokter Tifa karena menurutnya, nomor tersebut baru saja dibeli dan diaktifkan.
"Nomor WA yang digunakan adalah bukan nomor WA milik Dokter Tifa, bahkan nomor prabayar tersebut baru dibeli dan diaktifkan belum lama, di-register atas nama orang lain dan bisa dicek CDRI (Call Data Record Information)-nya tidak ada kaitan atau kontak sama sekali dengan Dokter Tifa, para PH-nya, bahkan circle (orang terdekat) yang bersangkutan sama sekali," bebernya.
Roy Suryo meyakini bahwa penyebaran berita bohong atau hoaks yang mengatasnamakan pihaknya akan terus terjadi.
Namun, dia menegaskan, hal tersebut tidak membuat pihaknya berubah haluan dan menyatakan ijazah Jokowi asli.