Kamis, 16 April 2026

Forum Lintas Generasi Temui KWI, Bahas Isu Krisis Moral dalam Bernegara

Pertemuan Forum Lintas Generasi dan KWI menjadi ruang refleksi bersama atas kondisi kebangsaan yang dinilai kian menjauh dari nilai-nilai moral.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews.com/HO
TEMUI KWI - Forum Lintas Generasi yang terdiri dari berbagai tokoh lintas sektor, profesi, dan usia menemui pimpinan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Delegasi yang dipimpin Sudirman Said itu membahas kondisi kebangsaan kekinian. 

Ringkasan Berita:
  • Forum Lintas Generasi yang terdiri dari berbagai tokoh lintas sektor, profesi, dan usia menemui pimpinan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
  • Pertemuan ini diniatkan sebagai ikhtiar mengorganisasi harapan publik untuk dikonversi menjadi gerakan perubahan berbasis moralitas dan nilai ketuhanan.
  • Kehadiran Forum Lintas Generasi bukan sekadar berdialog, tetapi juga untuk mengasah nurani dengan para tokoh yang menjadi sandaran moral bangsa.
 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Forum Lintas Generasi yang terdiri dari berbagai tokoh lintas sektor, profesi, dan usia menemui pimpinan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Pertemuan ini menjadi ruang refleksi bersama atas kondisi kebangsaan yang dinilai kian menjauh dari nilai-nilai moral, spiritualitas, dan tujuan awal berdirinya negara.

Baca juga: Forum Kebangsaan Pimpinan MPR-DPR: Perkuat Civil Society di Tengah Tantangan Geopolitik Global

Delegasi yang dipimpin Sudirman Said itu diterima langsung oleh Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo dan Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin beserta jajaran. 

Pertemuan ini diniatkan sebagai ikhtiar mengorganisasi harapan publik untuk dikonversi menjadi gerakan perubahan berbasis moralitas dan nilai ketuhanan.

Sudirman Said menegaskan, kehadiran Forum Lintas Generasi bukan sekadar berdialog, tetapi juga untuk mengasah nurani dengan para tokoh yang menjadi sandaran moral bangsa.

 

 

"Kami datang menemui para tokoh moral dengan niat untuk terus mengasah nurani. Kami pun ingin mendengar pandangan dan nasihat yang tidak saja didasari oleh keluasan ilmu, tapi juga napas spiritualitas, yakni kebijaksanaan dan kedalaman suara ilahiah," kata Sudirman.

Sudirman menilai, krisis kebangsaan saat ini tidak hanya berkaitan dengan moralitas, tetapi juga hilangnya spiritualitas dan ideologi bernegara. 

Ketiga aspek tersebut, menurutnya, harus ditopang oleh keluhuran nilai dan penegakan hukum yang konsisten.

Lebih jauh, Sudirman menekankan perlunya pendekatan “beyond politics” dalam menyelesaikan persoalan bangsa, yakni menjadikan politik sebagai jalan kemanusiaan dan kebangsaan, bukan sekadar perebutan kekuasaan.

Benang merah diskusi dirajut oleh Yanuar Nugroho yang menyoroti pentingnya peran otoritas moral dalam membimbing publik di tengah kaburnya batas antara benar dan menguntungkan.

"Krisis sosial tak terlepas dari krisis moral. Ketidakadilan struktural terjadi karena kegagalan dalam pilihan etis," salah satu simpulannya.

Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh berbagai pandangan lintas sektor. 

Pakar hukum Feri Amsari menyoroti kecenderungan kekuasaan yang dinilai kerap menyimpang dari konstitusi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved