Rabu, 13 Mei 2026

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Menhub Sakit, DPR Tunda Bahas Tragedi Kereta Bekasi Timur yang Tewaskan 16 Orang

DPR tunda bahas tragedi kereta Bekasi Timur usai Menhub sakit, investigasi KNKT juga belum rampung

Tayang:
Penulis: Fersianus Waku
Tribunnews.com/Fersianus Waku
TRAGEDI BEKASI TIMUR — Suasana rapat kerja (Raker) dan rapat dengar pendapat (RDP) terkait penjelasan pemerintah mengenai kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur di Komisi V DPR RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Rapat ditunda setelah Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berhalangan hadir karena sakit, sementara investigasi KNKT masih berlangsung. 

Peristiwa bermula ketika sebuah taksi listrik milik perusahaan "Taksi Green SM" mengalami gangguan teknis dan berhenti di tengah perlintasan sebidang. KRL Lin Lingkar Cikarang relasi Kampung Bandan–Cikarang kemudian lebih dulu menabrak kendaraan tersebut.

Tak lama berselang, rangkaian KRL Commuter Line yang berhenti di jalur 1 kembali tertabrak Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi dari arah belakang.

Tabrakan menyebabkan kerusakan parah pada gerbong paling belakang KRL yang merupakan area khusus penumpang perempuan.

Sedikitnya 16 orang meninggal dunia, seluruhnya penumpang perempuan di gerbong tersebut. Sekitar 90 penumpang lainnya mengalami luka-luka, sementara operasional perjalanan kereta api di lintas Bekasi–Cikarang sempat terganggu.

Hingga kini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved