OTT KPK di Kantor Imigrasi
KPK Geledah Rumah Silmy Karim Lima Jam: Bawa 2 Porsche, Harley Davidson, Ducati hingga Sepeda
Berlangsung selama kurang lebih lima jam, penyidik lembaga antirasuah tampak membawa keluar deretan kendaraan mewah bernilai fantastis dari lokasi
Silmy Karim yang telah menyerahkan diri kini resmi ditahan bersama tujuh tersangka lainnya terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pemerasan sistemik dalam pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) periode 2022–2026.
Kasus ini menjadi sorotan setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan pergerakan dana mencurigakan sebesar Rp 366,7 miliar di 96 rekening milik 35 pegawai Kementerian Imipas.
KPK menemukan bukti penerimaan fee tak wajar sekurang-kurangnya mencapai Rp 145,5 miliar yang bersumber dari pemohon layanan keimigrasian di luar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Sebagai pejabat tinggi yang juga pernah menjabat Dirjen Imigrasi 2023–2024, Silmy Karim diduga kuat berada di puncak rantai komando pemerasan ini.
Uang panas tersebut dikumpulkan melalui rekening pengepul dan dibagikan secara rutin setiap hari Jumat.
Silmy disebut-sebut menerima jatah sebesar Rp 100 juta per minggu.
Dalam melancarkan aksinya, para tersangka menggunakan sandi-sandi khusus.
Jatah uang untuk pejabat tinggi seperti Silmy disandikan dengan istilah "malaikat", sementara pihak lain menggunakan kode ala konser seperti "vokalis", "gitaris", hingga "koreografer".
Penyitaan dua Porsche, Harley Davidson, Ducati, hingga deretan sepeda ini semakin menambah daftar panjang aset yang disita KPK.
Sebelumnya, KPK telah mengamankan barang bukti senilai total Rp 17,5 miliar dari tangan para tersangka yang sempat mencoba mencuci uang haram mereka ke dalam bentuk kepingan emas, aset kripto, hingga properti.
Saat ini, Silmy Karim tengah mendekam di Rutan KPK untuk menjalani masa penahanan 20 hari pertama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/porschenya-silmy-karim-nihhh.jpg)