Sabtu, 25 April 2026

Tahun Ini Tidak Ada Lagi Insentif untuk Sepeda Motor Listrik

Pemerintah memastikan sudah tidak lagi memberikan insentif pembelian sepeda motor listrik untuk tahun 2026.

Editor: Choirul Arifin
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
STOP INSENTIF MOTOR LISTRIK - Pengunjung melihat motor listrik yang dipamerkan pada pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu (28/9/2025). Pemerintah memastikan sudah tidak lagi memberikan insentif pembelian sepeda motor listrik untuk tahun 2026. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah memastikan sudah tidak lagi memberikan insentif pembelian sepeda motor listrik untuk tahun 2026.
  • Kemenperin tidak memasukkan usulan kebijakan insentif sektor otomotif kepada Kementerian Keuangan.
  • Pasar motor listrik diminta dapat bergerak sejak awal 2026 tanpa tertahan sikap wait and see akibat menunggu subsidi atau insentif pemerintah.

 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Pemerintah memastikan sudah tidak lagi memberikan insentif pembelian sepeda motor listrik untuk tahun 2026 ini dengan mempertimbangkan kondisi fiskal negara serta hasil perhitungan biaya dan manfaat terhadap perekonomian nasional.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Bandung, Kamis, 29 Januari 2026.

Agus bilang, insentif motor listrik tidak masuk dalam usulan kebijakan insentif sektor otomotif yang diajukan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kepada Kementerian Keuangan untuk tahun depan.

“Motor listrik tidak diberikan insentif tahun ini. Pertimbangannya, kami memahami kekuatan fiskal seperti apa,” kata Agus Gumiwang.

Informasi ini diharapkan bisa mengakhiri spekulasi di masyarakat. Dengan begitu, pasar motor listrik diminta dapat bergerak sejak awal 2026 tanpa tertahan sikap wait and see akibat menunggu subsidi atau insentif pemerintah.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menilai absennya insentif akan membuat pencapaian target penjualan lebih menantang. Aismoli memasang target penjualan motor listrik tahun ini sebanyak 75.000 unit.

Ketua Umum Aismoli Budi Setiyadi dikutip Kontan mengatakan, pelaku industri memahami kondisi fiskal pemerintah. Namun, kepastian dan kesinambungan kebijakan tetap dibutuhkan agar pasar terjaga.

“Fokus kami bukan hanya insentif fiskal, tetapi juga kebijakan non-fiskal yang konsisten agar industri memiliki kepastian,” ujarnya, Kamis (29/1).

Budi bilang, tanpa insentif, industri dituntut lebih kreatif dalam skema penjualan dan pembiayaan, serta lebih agresif dalam edukasi konsumen dan penguatan layanan purnajual. Ia mengakui, insentif selama ini berperan sebagai akselerator awal pertumbuhan pasar motor listrik.

“Tanpa insentif, pertumbuhan tetap ada, meski lebih lambat,” katanya.

Airlangga Sudah Tegaskan Tidak Ada Lagi Insentif EV

Sebenarnya, sejak Juli 2026 lalu Pemerintah sudah mengisyaratkan tidak akan melanjutkan pemberian insentif untuk industri otomotif pada 2026. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kunjungannya ke pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu, 29 November 2025.

Airlangga mengatakan, skema insentif selama dua tahun terakhir sudah mencapai hasil yang diharapkan. Produsen yang masuk melalui skema insentif impor EV disebut sudah mulai melakukan perakitan lokal (Completely Knocked Down/CKD).

"Insentif sudah diberikan sepanjang dua tahun untuk mendirikan pabrik dan hasilnya sudah nyata. Hampir semuanya sudah di-CKD di Indonesia dan kalau kita lihat tahun ini harganya relatif yang di bawah Rp 300 juta sudah banyak," kata Airlangga.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved