Kamis, 9 April 2026

Peneliti Muda dari UIN Temukan Senyawa Baru, Bukti Prestasi Tak Kenal Batas

Ganesha Operation (GO) menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan akses dan kesiapan siswa dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

Editor: Sri Juliati
ISTIMEWA/Ganesha Operation
TOREHKAN PRESTASI - Dua peneliti muda dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Fahrul Nurkolis dan Juan Leonardo sukses mencuri perhatian komunitas ilmiah dunia lewat penemuan senyawa baru bernama juanleoxy fahrulanoside dalam International Congress of Nutrition (ICN) 2025 yang digelar di Palais des Congrès Paris pada 24–29 Agustus 2025. 

TRIBUNNEWS.COM - Bayangkan, namamu diabadikan sebagai nama sebuah senyawa kimia yang diakui dunia internasional.

Tentu bukan karena kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras, rasa ingin tahu yang tinggi, dan ketekunan dalam meneliti. 

Itulah yang berhasil dibuktikan oleh dua peneliti muda dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Fahrul Nurkolis dan Juan Leonardo.

Keduanya sukses mencuri perhatian komunitas ilmiah dunia lewat penemuan senyawa baru bernama juanleoxy fahrulanoside.

Prestasi ini bukan hanya tentang nama mereka yang kini melekat dalam sejarah ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang kontribusi nyata anak muda Indonesia di kancah global. 

Dalam International Congress of Nutrition (ICN) 2025 yang digelar di Palais des Congrès Paris pada 24–29 Agustus 2025, keduanya memperkenalkan temuan ilmiah tersebut di hadapan para pakar gizi dari berbagai negara.

Dalam forum bergengsi bertema "Sustainable Food for Global Health" yang diselenggarakan oleh International Union of Nutritional Sciences (IUNS) itu, Fahrul dan Juan mempresentasikan hasil eksplorasi Delites, herbal khas Indonesia yang diperkaya dengan khazanah formula tradisional Tiongkok.

Senyawa juanleoxy fahrulanoside (C12H23NO9) kini telah resmi terdaftar di National Library of Medicine dan tengah diajukan untuk memperoleh hak paten.

PTKIN dan Semangat Berprestasi

Prestasi yang diraih UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta lewat penemuan ilmiah Fahrul dan Juan bukanlah satu-satunya kabar membanggakan dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). 

Dari Bandung, UIN Sunan Gunung Djati juga menorehkan pencapaian gemilang di tingkat internasional.

Berdasarkan hasil Times Higher Education (THE) World University Rankings 2025, UIN Bandung menempati peringkat pertama di antara seluruh PTKIN di Indonesia.

Baca juga: Countdown Menuju TKA bagi 3,5 Juta Siswa

Dari total 2.191 kampus di 115 negara yang masuk daftar pemeringkatan, sebanyak 35 perguruan tinggi berasal dari Indonesia. 

Secara nasional, UIN Bandung berada di posisi ke-17, dan secara global masuk dalam klaster 1.501+ dunia.

Pencapaian ini menandai kemajuan nyata dalam mutu akademik, riset, serta tata kelola pendidikan tinggi di lingkungan PTKIN.

Dari penemuan ilmiah hingga pengakuan dunia akademik, prestasi demi prestasi membuktikan bahwa PTKIN kini menjadi wadah lahirnya inovasi dan peneliti muda berkelas internasional.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved