Rabu, 29 April 2026

Memahami Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Keselamatan kerja bukan hanya soal helm dan rompi di proyek konstruksi. Setiap 28 April, dunia memperingati Hari K3 Sedunia

Tayang:
Tribunnews.com/IST
GANESHA OPERATION - Keselamatan kerja bukan hanya soal helm dan rompi di proyek konstruksi. Setiap 28 April, dunia memperingati Hari K3 Sedunia. 

Di balik penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di berbagai sektor industri, terdapat peran tenaga profesional yang memiliki keahlian khusus di bidang ini.

Profesi di bidang K3 tidak hanya menuntut pemahaman teknis, tetapi juga kemampuan analisis risiko, pengelolaan sistem keselamatan, hingga pengawasan implementasi di lapangan.

Untuk menjadi tenaga ahli tersebut, K3 dapat dipelajari secara akademis melalui berbagai program studi di perguruan tinggi.

Di Indonesia, sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) telah membuka program studi yang secara khusus berfokus pada K3, baik di jenjang sarjana maupun sarjana terapan.

Salah satu di antaranya adalah:

  1. Universitas Indonesia (UI) melalui Program Studi Sarjana Keselamatan dan Kesehatan Kerja di bawah Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Program ini menjadi yang pertama di tingkat sarjana di PTN Indonesia dan dikembangkan untuk menjawab kebutuhan industri akan lulusan dengan kompetensi K3 yang lebih spesifik.

Kurikulumnya dirancang dengan mengacu pada kebijakan nasional, standar profesi, serta praktik internasional yang relevan.

2. Universitas Sebelas Maret (UNS) juga menghadirkan Program Studi Sarjana Terapan (D4) Keselamatan dan Kesehatan Kerja. 

Program ini memiliki keunggulan di bidang higiene industri dan telah memperoleh akreditasi unggul.

Lulusan program ini dipersiapkan untuk menjadi tenaga profesional yang kompeten, dengan profil sebagai ahli higiene industri, ahli K3, maupun pembimbing kesehatan kerja.

Mereka juga dibekali sertifikasi kompetensi sebagai bukti keahlian di bidangnya.

3. Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang berada di bawah Fakultas Vokasi. 

Program ini menekankan keseimbangan antara teori dan praktik, termasuk melalui kegiatan magang dan praktik kerja lapangan di industri.

Mahasiswa dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan berbagai potensi bahaya di lingkungan kerja.

Secara umum, mahasiswa di jurusan K3 akan mempelajari berbagai aspek penting, mulai dari identifikasi bahaya, manajemen risiko, higiene industri, ergonomi, hingga sistem manajemen keselamatan kerja.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved