Ayah dan Anak Bunuh Satu Keluarga di Lampung, Terungkap Setelah Korban Tak Terlihat Salat di Masjid
Berlatar belakang perebutan harta warisan, ayah dan anak tega menghabisi nyawa anggota keluarganya sendiri secara sadis di Way Kanan, Lampung.
Editor:
Adi Suhendi
Akan tetapi Yani semakin curiga setelah satu bulan kemudian pelaku EW terlihat sibuk menjual harta benda Zainudin termasuk sebidang tanah.
"Kira-kira sebulan kemudian saya dan masyarakat mendapat kecurigaan dengan saudara E yang sudah mulai menjual tanah milik bapaknya di Kampung Marga Jaya," ujarnya.
Baca juga: Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Lampung Masih Berkerabat dengan Korban: Diduga Karena Warisan
Saat itu sempat ditanyakan kepada EW dan dijawab dia diminta bapaknya menjual tanah tersebut untuk membayar utang. Berselang dua bulan kemudian lagi-lagi EW menjual tanah milik Zainudin.
Seusai semua tanah milik Zainudin dijual, Juwanda yang baru datang dari perantauan bertanya-tanya kemana bapak dan ibunya. Saat itu dijawab EW keduanya sedang merantau ke gunung.
Sejak saat itu sering terjadi perkelahian antara pelaku EW dan DW serta Juwanda.
Bahkan warga sempat melerai pertengkaran tersebut.
"Jadi kan si adik tirinya (Juwanda) baru pulang dari perantauan, dia nanya dimana bapak dan ibunya, dijawab EW sedang merantau ke gunung," ujar Yani.
Pada Februari 2022 Juwanda hilang tidak ada kabar.
Sebelumnya terjadi pertengkaran hebat namun bisa diatasi oleh warga kampung.
Akhirnya pada Oktober 2022 didapat pengakuan dari salah satu pelaku DW, yang mengatakan telah ikut dalam pembunuhan Juwanda dan mayatnya ditemukan sudah terkubur di kebun singkong.
Setelah itu anggota Polsek Negara Batin mengejar untuk menangkap terduga pelaku pembunuhan lainnya yakni EW.
Setelah itu polisi berhasil membongkar dan mengangkat dari dalam septic tank bagian tubuh manusia berbentuk tengkorak tulang belulang. (Tribun Network/bay/wly)