Ayah dan Anak Bunuh Satu Keluarga di Lampung, Terungkap Setelah Korban Tak Terlihat Salat di Masjid
Berlatar belakang perebutan harta warisan, ayah dan anak tega menghabisi nyawa anggota keluarganya sendiri secara sadis di Way Kanan, Lampung.
Editor:
Adi Suhendi
Korban dibunuh dengan cara lehernya dipukul menggunakan besi panjang sekitar 1,5 meter ketika korban sedang tidur di dalam rumah.
"Sampai di dapur korban sudah tidak bernyawa lalu korban diangkut menggunakan mobil pick up dibawa ke areal tebu atau kebun singkong dan dikubur oleh pelaku," ujar AKBP Teddy.
Pelaku diduga membunuh lima korban sekaligus dalam satu waktu.
Empat jasad korban dibuang ke sumur yang sudah digunakan sebagai septic tank di belakang rumah korban.
Baca juga: Korban Pembunuhan Sekeluarga di Way Kanan Dibawa ke RS Bhayangkara Lampung, Besok Polisi Olah TKP
“Lalu oleh pelaku langsung ditutup dan dicor menggunakan semen,” kata Kapolres.
Terungkapnya keberadaan jasad para korban setelah polisi mengamankan dua pelaku Rabu (5/10/2022) sekitar pukul 07.00 WIB.

Setelah diamankan dan dimintai keterangan, kedua pelaku diminta untuk menunjukan tempat dikuburnya korban.
Selanjutnya anggota Polsek Negara Batin bersama dengan Perangkat Kampung setempat mendatangi diduga TKP kuburan korban Juwanda (26) yang sempat dilaporkan hilang oleh warga Kampung Marga Jaya.
Teddy menambahkan, untuk sementara keduanya dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan terancam pidana 15 tahun penjara.
"Tapi bila ada bukti (pembunuhan) telah direncanakan, bisa dikenakan Pasal 340 KUHP dengan pidana mati atau penjara seumur hidup," kata Teddy.
Warga Curiga
Kepala Kampung Marga Jaya, Yani menceritakan dirinya merasa janggal karena salah satu korban bernama Zainudin tak terlihat batang hidungnya salat berjemaah di masjid.
Hal tersebut terjadi pada bulan Oktober 2021.
Yani kemudian bertanya kepada warga sekitar dan jemaah masjid.
Warga lalu bertemu dengan pelaku EW. Dari keterangan EW disebut bahwa bapak dan ibunya sedang merantau ke gunung.