Sabtu, 30 Agustus 2025

Stunting di Indonesia

Cegah Stunting Melalui Penambahan Gizi Balita, Cukup Dua Telur hingga Emak-emak Semringah

Tribun Network berkolaborasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN) untuk menekan angka stunting di Indonesia.

TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Penyerahan 28 butir telur kepada warga Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor dalam program Semesta Mencegah Stunting, Rabu (17/5/2023). 

Kegiatan yang dilakukan melibatkan pihak desa setempat dan orang tua balita penderita stunting di wilayah Desa Bendungan.

Setiap orang tua yang hadir mendapatkan 28 butir telur setiap dua minggu sekali, yang mana telur tersebut harus dikonsumsi oleh buah hatinya untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Baca juga: Bantu Turunkan Angka Stunting, Pemkab Sumenep Komitmen Perbaiki Kualitas Gizi Masyarakat

Program ini akan berlangsung selama enam bulan dan setiap tiga bulan akan dilakukan monitoring.

Program Semesta Mencegah Stunting juga melibatkan Koko Murdokowiyoto sebagai Kakak Asuh Cegah Stunting.

Koko Murdokowiyoto mengaku senang dengan adanya program ini.

Ia mengatakan program ini sangat membantu terhadap kepedulian anak.

"Acara ini adalah perlu ya dan itu bentuk kepedulian kita terhadap sesama dan tentunya pengatasan terhadap stunting terhadap anak-anak ini sangat perlu, nantinya diharapkan dapat menjadi generasi muda yang sehat cerdas, kreatif dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa," ujarnya, Selasa (23/5/2023).

Selain itu ia juga berpesan kepada masyarakat yang hadir untuk selalu menjaga kebutuhan gizi anak dan sedikit menyinggung isu sosial yang kadang diabaikan oleh pemerintah.

"Stunting ini biasanya lahir karena ketidaktahuan ya terhadap gizi anak, pendapatan orang tua yang belum mencukupi sehingga menghasilkan beberapa anak yang stunting untuk mengatasinya meningkatkan penghasilan terhadap warga itu tugas pemerintah dan kita bersama, di samping itu perlu juga bantuan-bantuan sosial yang dikerjakan oleh pemerintah tentunya lewat departemen sosial dan BKKBN dan perlu juga peran serta dari masyarakat," tandasnya.

Selain pesan terhadap orang tua, ia juga memberikan pesan kepada para remaja untuk belajar tentang pemenuhan gizi anak.

Sebab menurutnya pernikahan usia dini sangat berpengaruh terhadap angka Stunting.

"Stunting ini biasanya lahir karena ketidaktahuan ya terhadap gizi anak, pendapatan orang tua yang belum mencukupi sehingga menghasilkan beberapa anak yang stunting untuk mengatasinya meningkatkan penghasilan terhadap warga itu tugas pemerintah dan kita bersama, di samping itu perlu juga bantuan-bantuan sosial yang dikerjakan oleh pemerintah tentunya lewat departemen sosial dan BKKBN dan perlu juga peran serta dari masyarakat," pungkasnya. (Tribunnews.com/TribunnewsBogor.com)

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan