Kamis, 16 April 2026

Banjir di Denpasar Bali

Banjir Landa Bali, Warga Jembrana Meninggal Dunia Diduga Tersengat Listrik

Warga Jembrana tewas diduga tersengat listrik saat geser pintu gerbang rumahnya di tengah banjir besar yang melanda Bali.

Editor: Glery Lazuardi
Tribun Bali/ Putu
Bangunan ambruk tergerus air di Jalan Sulawesi Denpasar, Rabu 10 September 2025. Bencana Banjir di Denpasar Bali Terjadi di 62 Titik, 6 Orang Jadi Korban Bangunan Ambruk 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang warga Banjar Sebual, Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana, Bali, dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (10/9/2025) dini hari, diduga tersengat listrik saat menggeser pintu gerbang rumahnya di tengah genangan banjir.

Korban diketahui pria bernama Komang Oka Sudiastawa (38), yang diduga terpeleset lalu jatuh di halamannya oleh tetangga sekitar. Korban diduga tersengat listrik saat membuka pintu gerbang rumahnya. 

Menurut informasi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WITA. Warga sekitar menyebutkan, salah satu orang sempat melihat korban membuka pintu gerbang rumahnya yang kemudian terjatuh.

Saat itu, genangan air di rumahnya yang berlokasi di pinggir Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk tersebut cukup tinggi. 

Korban Komang Oka kemudian tergeletak, mengambang di air genangan tersebut. Warga yang mencoba menolong pun tak berani.

Sebab, ketika hendak masuk pintu gerbang korban seperti menyeterum. 

Sehingga, korban diduga tersengat listrik saat membuka pintu gerbang rumahnya. Sebab, pihak terkait juga menemukan kabel putus diduga terjadi saat menggeser pintu gerbang rumahnya tersebut. 

Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi menuju RSU Balimed Negara untuk penanganan lebih lanjut. 

"Ngih, salah satu warga ada yang diduga tersengat listrik saat membuka pintu gerbang rumahnya. Korban sudah dievakuasi ke rumah sakit," jelas Sekda Jembrana, I Made Budiasa yang sempat mengecek ke TKP. 

Untuk diketahui, banjir besar melanda Bali mulai Selasa malam, 9 September 2025, dan berlanjut hingga Rabu pagi, 10 September 2025. 

Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mencapai lebih dari 150 mm per hari di beberapa wilayah, akibat aktivitas gelombang ekuatorial Rosby yang memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif.

Banjir ini terjadi di sejumlah wilayah, seperti Jembrana, Denpasar, Gianyar, Tabanan, Klungkung, Badung, dan Karangasem

Setidaknya 2 warga meninggal dunia di Jembrana. Lebih dari 600 jiwa mengungsi atau mengalami kerugian.

Bangunan roboh termasuk ruko dan rumah lantai 3 di Denpasar. Terjadi kemacetan arus lalu lintas di Denpasar–Gilimanuk. Satu unit pohon tumbang menimpa kabel listrik dan menutup akses jalan di Tabanan dan Karangasem. Air mencapai pinggang orang dewasa, menyulitkan evakuasi

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul WARGA Jembrana Meninggal, Diduga Tersetrum Listrik Geser Pintu Pagar Rumah, Hujan Deras dan Banjir, 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved