Sabtu, 30 Mei 2026

Banjir di Denpasar Bali

Mengenal Perumahan Permata Residence Mengwitani, Satu Unit Rumah Amblas, 3 Korban Hilang

Rumah di Permata Residence Mengwitani amblas, 3 orang hilang dan hingga Jumat pagi belum diketahui nasibnya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dewi Agustina
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari/Kolase
RUMAH AMBLAS - Satu unit rumah di Perumahan Permata Residence, lingkungan Gadon, Mengwitani, Bali amblas akibat banjir, Rabu (10/9/2025) mengakibatkan 3 orang hilang. Sejumlah warga melakukan pencarian tiga korban yang hilang di lokasi rumahnya yang amblas, Kamis (11/9/2025). 

Saat ini, sejumlah warga masih melakukan pencarian terhadap ketiga warga yang hilang tersebut. 

Proses pencarian terkendala alat berat.

Pencarian juga dilakukan dengan menyisir bantaran sungai.

16 Korban Tewas

Data terkini dari BNPB, hingga Kamis (11/9/2025) pukul 17.00 Wita tercatat sebanyak 16 korban meninggal.

Korban meninggal tersebar di Denpasar (10 orang), Gianyar (3 orang), Jembrana (2 orang), dan Badung (1 orang).

"Banjir ini telah menyebabkan 16 warga kehilangan nyawa, 1 masih dinyatakan hilang, 659 terdampak dan 552 warga mengungsi," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam siaran pers, dikutip Jumat (12/9/2025). 

Bencana terjadi sejak Senin (8/9/2025) malam hingga Selasa (9/9/2025) dini hari, saat hujan ekstrem mengguyur sebagian besar wilayah Bali

Sungai-sungai seperti Tukad Badung di Denpasar, Tukad Mati di Badung, dan Sungai Candigara di Klungkung meluap, merendam pemukiman, jalan, dan fasilitas umum.

Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut banjir dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mencapai 385 mm/hari, dipengaruhi oleh fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby.

Kedua fenomena ini memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah Bali.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bencana kali ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang tidak biasa.

"Bencana kali ini disebabkan oleh Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin," ujarnya saat meninjau lokasi pengungsian di Denpasar, Kamis (11/9/2025).

Balai Wilayah Sungai Bali-Penida mencatat debit air sungai meningkat drastis hingga 85,85 m⊃3;/detik.

Kondisi topografi perbukitan dan pasang laut turut memperlambat aliran air ke laut, memperparah genangan di wilayah hilir.

Tim BNPB dan BPPD setempat bergerak cepat. Kurang dari 24 jam setelah kejadian, Kepala BNPB memimpin koordinasi penanganan darurat di Gedung Jaya Sabha, Denpasar, dan langsung meninjau lokasi terdampak.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved