Banjir di Denpasar Bali
Mengenal Perumahan Permata Residence Mengwitani, Satu Unit Rumah Amblas, 3 Korban Hilang
Rumah di Permata Residence Mengwitani amblas, 3 orang hilang dan hingga Jumat pagi belum diketahui nasibnya.
Beberapa rumah dibangun di atas lahan urukan yang dulunya adalah sungai, sehingga memiliki risiko tinggi terhadap banjir.
Warga dan pejabat setempat menyoroti penyempitan jalur sungai akibat alih fungsi lahan menjadi kavling perumahan.
Konstruksi rumah dinilai tidak sesuai dengan kontur tanah dan tidak memiliki fondasi yang kuat.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, telah memerintahkan evaluasi terhadap pemanfaatan ruang dan izin pembangunan di kawasan tersebut.
Kronologis Hilangnya Korban
Laporan wartawan Tribun Bali di lokasi, Kamis (11/9/2025) satu unit rumah di Perumahan Permata Residence seluruhnya amblas.
Termasuk juga rumah di sebelahnya sedikit amblas pada bagian belakang.
Di belakang rumah itu ada bangunan yang amblas karena besarnya debit air hingga mencapai sekitar 3,5 meter.
Wayan Subawa, warga setempat mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 02.20 Wita.
Saat itu aliran sungai yang sebelumnya debit air kecil mendadak besar, bahkan mencapai 3,5 meter.
"Aliran sungai disini awalnya kecil, tapi mendadak besar karena tanggul di wilayah Mengwi yakni di hulu jebol," ujarnya.
Saat debit air tinggi, semua penghuni perumahan berusaha menyelamatkan diri. Mereka berpindah ke hulu agar tidak terkena banjir.
"Airnya tinggi sekali kemarin, mungkin rumahnya korban ini terkikis dari belakang, hingga semuanya amblas. Mengingat aliran air di belakang rumah korban," ucapnya.
Dia mengatakan korban sebenarnya sudah sempat dipanggil oleh anak buahnya saat air sudah mulai besar. Namun ketiganya tidak mau keluar rumah.
"Ada warga melihat bahwa korban saat itu, sempat memasukkan kendaraannya ke dalam rumah. Selain itu juga sempat membuat story," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Rumah-di-Perumahan-Permata-Residence-Amblas-akibat-Banjir.jpg)