Sabtu, 30 Mei 2026

Banjir di Denpasar Bali

Mengenal Perumahan Permata Residence Mengwitani, Satu Unit Rumah Amblas, 3 Korban Hilang

Rumah di Permata Residence Mengwitani amblas, 3 orang hilang dan hingga Jumat pagi belum diketahui nasibnya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dewi Agustina
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari/Kolase
RUMAH AMBLAS - Satu unit rumah di Perumahan Permata Residence, lingkungan Gadon, Mengwitani, Bali amblas akibat banjir, Rabu (10/9/2025) mengakibatkan 3 orang hilang. Sejumlah warga melakukan pencarian tiga korban yang hilang di lokasi rumahnya yang amblas, Kamis (11/9/2025). 

Beberapa rumah dibangun di atas lahan urukan yang dulunya adalah sungai, sehingga memiliki risiko tinggi terhadap banjir.

Warga dan pejabat setempat menyoroti penyempitan jalur sungai akibat alih fungsi lahan menjadi kavling perumahan.

Konstruksi rumah dinilai tidak sesuai dengan kontur tanah dan tidak memiliki fondasi yang kuat.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, telah memerintahkan evaluasi terhadap pemanfaatan ruang dan izin pembangunan di kawasan tersebut.

 

PENCARIAN - Sejumlah warga melakukan pencarian tiga korban yang hilang di lokasi rumahnya, di Perumahan Permata Residence, lingkungan Gadon, Mengwitani, Badung, Bali yang amblas pada Kamis 11 September 2025
PENCARIAN - Sejumlah warga melakukan pencarian tiga korban yang hilang di lokasi rumahnya, di Perumahan Permata Residence, lingkungan Gadon, Mengwitani, Badung, Bali yang amblas pada Kamis 11 September 2025 (Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta)

 

Kronologis Hilangnya Korban

Laporan wartawan Tribun Bali di lokasi, Kamis (11/9/2025) satu unit rumah di Perumahan Permata Residence seluruhnya amblas. 

Termasuk juga rumah di sebelahnya sedikit amblas pada bagian belakang.

Di belakang rumah itu ada bangunan yang amblas karena besarnya debit air hingga mencapai sekitar 3,5 meter.

Wayan Subawa, warga setempat mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 02.20 Wita.

Saat itu aliran sungai yang sebelumnya debit air kecil mendadak besar, bahkan mencapai 3,5 meter.

"Aliran sungai disini awalnya kecil, tapi mendadak besar karena tanggul di wilayah Mengwi yakni di hulu jebol," ujarnya.

Saat debit air tinggi, semua penghuni perumahan berusaha menyelamatkan diri. Mereka berpindah ke hulu agar tidak terkena banjir.

"Airnya tinggi sekali kemarin, mungkin rumahnya korban ini terkikis dari belakang, hingga semuanya amblas. Mengingat aliran air di belakang rumah korban," ucapnya.

Dia mengatakan korban sebenarnya sudah sempat dipanggil oleh anak buahnya saat air sudah mulai besar. Namun ketiganya tidak mau keluar rumah.

"Ada warga melihat bahwa korban saat itu, sempat memasukkan kendaraannya ke dalam rumah. Selain itu juga sempat membuat story," ucapnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved