Kamis, 4 Juni 2026

Mushola Ambruk di Sidoarjo

BNPB Update Korban Insiden Musala Al Khoziny: 25 Tewas, 38 Tertimbun, 129 Dievakuasi

25 tewas, 38 tertimbun. Musala Al Khoziny ambruk saat salat Asar, evakuasi korban terus dilakukan hingga dini hari.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Istimewa
MUSALA AMBRUK - Tim SAR berjibaku di sektor A4. Jenazah demi jenazah diangkat dari puing musala Al Khoziny, duka mendalam menyelimuti Sidoarjo. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini informasi terkini jumlah korban tertimbun reruntuhan gedung musala pondok pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Senin, 29 September 2025 sekitar pukul 15.00 WIB atau pada waktu Salat Asar.

Bangunan musala tiga lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny tiba-tiba ambruk.

Warga sekitar mendengar suara keras seperti gempa sebelum menyadari bagian tengah pondok telah runtuh.

Berdasarkan keterangan pers yang disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  Abdul Muhari dan diolah Tribunnews.com, tercatat 25 orang meninggal dunia, 38 orang masih tertimbun, dan 129 orang dievakuasi.

“Hingga Sabtu 4 Oktober 2025 per pukul 23.37 WIB, jumlah yang ditemukan ada sebanyak sembilan jenazah. Di samping itu, tim SAR juga menemukan satu potongan tubuh manusia,” kata dia, dalam keterangannya pada Minggu 5 Oktober 2025.

Adapun lokasi seluruh temuan itu berada di sektor A4 dengan rincian; korban pertama dievakuasi pada pukul 14.35 WIB, disusul korban kedua pada pukul 16.15 WIB.

Sementara itu, potongan tubuh berupa kaki kanan berhasil ditemukan pada pukul 17.33 WIB di lokasi yang sama.

Kemudian korban ketiga ditemukan pada pukul 21.17 WIB, selanjutnya korban ke empat dan kelima ditemukan secara bersamaan pada pukul 22.01 WIB.

Adapun korban keenam ditemukan pada pukul 22.49 WIB, korban ketujuh pada pukul 23.02 WIB, korban kedelapan ditemukan pada pukul 23.04 WIB, kesembilan pada pukul 23.06 WIB, kesepuluh tubuh pada pukul 23.27 WIB dan kesebelas 23.30 WIB.

Kesebelas jenazah dan satu bagian tubuh tersebut segera dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Surabaya, untuk diidentifikasi lebih lanjut.

Sementara itu, tim SAR gabungan sampai detik ini masih berupaya menemukan bagian dari potongan tubuh tersebut termasuk jenazah lainnya yang berpotensi dapat ditemukan kembali.

Hasil penemuan kesebelas jenazah itu sekaligus menambah jumlah korban meninggal dunia sebanyak 25 orang.

Sedangkan satu bagian tubuh yang tidak utuh itu belum dihitung sebagai penambahan jumlah korban meninggal dunia, sebagaimana menurut standar prosedur oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Pihak yang berwenang tersebut masih membutuhkan beberapa indikator lain untuk melengkapi identifikasi.

Sesuai mandat hukum yang berlaku, penetapan identifikasi seluruh korban meninggal dunia harus melalui proses DVI agar dapat dipastikan secara sah, sekaligus menjaga martabat korban dan memberikan kepastian bagi keluarga.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved