Jumat, 5 Juni 2026

Mushola Ambruk di Sidoarjo

Jenazah Sujud Lindungi Haikal dari Reruntuhan Ponpes Al Khoziny, Ini Kesaksian Relawan

Haikal, selamat dari reruntuhan Ponpes Al Khoziny berkat jenazah posisi sujud di sampingnya. Jenazah itu melindungi Haikal dari reruntuhan beton.

Tayang:
Editor: Nuryanti
Tangkapan layar YouTube Tribunnews
BANGUNAN PONPES AMBRUK - Haikal, selamat dari reruntuhan Ponpes Al Khoziny berkat jenazah posisi sujud di sampingnya. Berikut kesaksian Rescue Damkar Surabaya, Abdul Aziz yang menjadi relawan evakuasi dalam insiden tersebut. 

TRIBUNNEWS.COM - Haikal, korban ambruknya bangunan tiga lantai di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berhasil selamat berkat jenazah di sampingnya.

Santri asal Probolinggo itu terjebak di bawah reruntuhan beton.

Rescue Damkar Surabaya, Abdul Aziz yang menjadi relawan evakuasi dalam insiden ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny membagikan pengalamannya saat menemukan Haikal.

Saat ia merangkak menemukan Haikal, ia melihat ada jenazah dalam posisi sujud berada di depan Haikal.

"Saya mendengar suara Haikal yang begitu dekat, di depan saya itu ada jenazah yang sedang sujud."

"Saya pastikan, saya teriak-teriak, 'hallo assalamualaikum, masih ada yang hidup apa nggak?' nah waktu itu haikal menjawab dulu, ada pak saya'," ungkap Azis, dikutip dari YouTube Tribunnews, Kamis (9/10/2025).

Aziz mencoba menggapai lokasi Haikal, namun tidak bisa lantaran akses yang begitu sulit.

"Saya mau masuk gak bisa, merangkak aja sangat kesulitan, itu kurang lebih space hanya sebatas kepala saja. Kepala saya itu hanya bisa miring, bisa masuk," bebernya.

Saat itu, Aziz hanya bisa memastikan kondisi Haikal yang mengeluh sakit di perut, bagian bawah, dan tangan kiri terjepit.

Ia juga sempat meminta tangan kanan Haikal memegang tangan sebelah kiri yang terjepit.

Aziz menuturkan, ia bersama tim sudah berulang kali mencoba masuk ke lokasi Haikal berada, namun terhalang beton dan plat bodek yang terus bergeser.

Baca juga: Kubu Keluarga Korban Al Khoziny Terpecah Belah, Ada yang Tuntut Proses Hukum, Sebagian Ikhlas

Dikatakannya, kondisi di lokasi sangat berbahaya karena struktur beton yang tidak stabil.

"Saya tiga kali masuk ke tempat Haikal, namun mohon maaf, saya tidak bisa menjangkau karena sangat begitu sulit."

"Karena pergeseran atau pergerakan beton ini terus-terusan, kretek, kretek, kretek gitu," beber Aziz.

Akhirnya Haikal berhasil dievakuasi oleh Tim Basarnas Spesial Grup (BSG) pada Rabu (1/10/2025) sekira pukul 14.00 WIB.

Aziz menyebut, Haikal berhasil selamat berkat posisi tubuhnya yang ditopang oleh jenazah di sebelahnya.

Jenazah itu, lanjut Aziz, melindungi Haikal dari reruntuhan beton.

"Si Haikal untungnya dibantu sama jenazah yang di sampingnya."

"Jenazah disampingnya ini menolong si Haikal kalau seandainya tidak ada jenazah ini, akan terjadi sudah beda cerita lagi," tandasnya.

Proses Pencarian Selesai

Sementara itu, proses pencarian dan upaya pertolongan kepada para korban ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny telah selesai, Selasa (7/10/2025).

Tercatat 171 orang menjadi korban dalam tragedi tersebut.

Dari jumlah itu, 104 orang selamat dan 67 korban meninggal dunia (termasuk 8 body part atau potongan tubuh).

Pada tahap akhir pencarian, tim SAR gabungan melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Hasilnya, sudah tidak ada lagi korban di lokasi.

“Kita sudah menyelesaikan operasi pencarian dan pertolongan terhadap para korban. Dan kita juga sudah memindahkan seluruh material bangunan yang runtuh,” ungkap Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii di lokasi kejadian, Selasa, dikutip dari Surya.co.id.

Sebagian artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Pencarian Selesai, Jumlah Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny 171 Orang, 67 Meninggal Dunia

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, Surya.co.id/M Taufik) 

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved