Dosen Untag Semarang Meninggal
Justice for Levi: Orasi dan Tabur Bunga Mahasiswa Kawal Tewasnya Dosen Untag Semarang
Ratusan mahasiswa Untag Semarang gelar aksi Justice for Levi mulai dari orasi, tabur bunga dan penyalaaan lilin kawal kematian dosen mereka.
Menurutnya, hal itu memunculkan tanda tanya.
“Kalau memang tidak ada kejanggalan, buka saja seterang-terangnya. Ketika ada yang ditutupi, wajar jika kami menduga ada kejanggalan,” tegasnya.
Untag Komitmen Mengawal
Wakil Rektor III Untag Semarang, Harsoyo yang turut hadir dalam aksi menegaskan bahwa kampus berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Ini komitmen kami sebagai lembaga pendidikan."
"Aksi ini bukan hanya doa bersama, tetapi bukti bahwa kami menuntut pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus ini secara terang benderang,” ujar Harsoyo.
Baca juga: Beda dengan Keluarga, Rekan Dosen Untag Semarang Tahu Levi Jalin Hubungan dengan AKBP Basuki
Dia menyoroti pentingnya penyelamatan nyawa dalam situasi apa pun.
Menurutnya, jika benar ada pihak yang bersama korban pada malam kejadian, seharusnya ada upaya penyelamatan lebih cepat.
“Kalau ada gejala sakit atau bahaya, kunci utama adalah menolong. Kalau korban terkapar, harus segera ditolong, telepon, atau dibawa ke fasilitas kesehatan."
"Tetapi persoalannya tidak seperti itu. Kalau memang tidak membunuh, tapi ada kelalaian, itu tetap harus diselidiki,” tegasnya.
Harsoyo menyebut, penyidikan harus berjalan transparan dan tidak boleh ada informasi yang ditutup-tutupi.
“Ini era reformasi. Kepolisian harus menunjukkan bahwa tidak ada yang ditutupi."
"Hasil autopsi belum keluar, tapi tim advokasi akan terus meminta agar kasus ini dibuka sejelas-jelasnya,” tambahnya.
Harsoyo memastikan pihak kampus tidak menutupi informasi apa pun dan tidak berada pada posisi intervensi.
“Saya yakin tidak ada yang ditutupi. Buktinya, mahasiswa diterima dengan baik oleh pejabat Polda Jateng."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/aksi-solidaritas-dosen-untag-semarang.jpg)