Rabu, 29 April 2026

Dosen Untag Semarang Meninggal

Justice for Levi: Orasi dan Tabur Bunga Mahasiswa Kawal Tewasnya Dosen Untag Semarang

Ratusan mahasiswa Untag Semarang gelar aksi Justice for Levi mulai dari orasi, tabur bunga dan penyalaaan lilin kawal kematian dosen mereka.

Tayang:
Tribunnews.com/TribunJateng/Franciskus Ariel Setiaputra/KOLASE
AKSI SOLIDARITAS - Ratusan mahasiswa Untag Semarang menggelar aksi solidaritas penyalaan lilin dan tabur bunga untuk dosen Dwinanda Linchia Levi (35), di Lapangan Futsal Untag, Senin (24/11/2025) malam.  Dosen Dwinanda Linchia Levi semasa hidup. 

Menurutnya, hal itu memunculkan tanda tanya.

“Kalau memang tidak ada kejanggalan, buka saja seterang-terangnya. Ketika ada yang ditutupi, wajar jika kami menduga ada kejanggalan,” tegasnya.

 

Untag Komitmen Mengawal

Wakil Rektor III Untag Semarang, Harsoyo yang turut hadir dalam aksi menegaskan bahwa kampus berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Ini komitmen kami sebagai lembaga pendidikan."

"Aksi ini bukan hanya doa bersama, tetapi bukti bahwa kami menuntut pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus ini secara terang benderang,” ujar Harsoyo.

Baca juga: Beda dengan Keluarga, Rekan Dosen Untag Semarang Tahu Levi Jalin Hubungan dengan AKBP Basuki

Dia menyoroti pentingnya penyelamatan nyawa dalam situasi apa pun.

Menurutnya, jika benar ada pihak yang bersama korban pada malam kejadian, seharusnya ada upaya penyelamatan lebih cepat.

“Kalau ada gejala sakit atau bahaya, kunci utama adalah menolong. Kalau korban terkapar, harus segera ditolong, telepon, atau dibawa ke fasilitas kesehatan."

"Tetapi persoalannya tidak seperti itu. Kalau memang tidak membunuh, tapi ada kelalaian, itu tetap harus diselidiki,” tegasnya.

Harsoyo menyebut, penyidikan harus berjalan transparan dan tidak boleh ada informasi yang ditutup-tutupi.

“Ini era reformasi. Kepolisian harus menunjukkan bahwa tidak ada yang ditutupi."

"Hasil autopsi belum keluar, tapi tim advokasi akan terus meminta agar kasus ini dibuka sejelas-jelasnya,” tambahnya.

KENANG DOSEN - Ratusan mahasiswa Untag Semarang menggeruduk Markas Polda Jawa Tengah buntut kasus kematian dosen muda berinisial DLL (35), Rabu (19/11/2025). Mahasiswa menuntut polisi mengungkap kasus ini secara transparan.
KENANG DOSEN - Ratusan mahasiswa Untag Semarang menggeruduk Markas Polda Jawa Tengah buntut kasus kematian dosen muda berinisial DLL (35), Rabu (19/11/2025). Mahasiswa menuntut polisi mengungkap kasus ini secara transparan. (TRIBUNJATENG.COM/IWAN ARIFIANTO)

Harsoyo memastikan pihak kampus tidak menutupi informasi apa pun dan tidak berada pada posisi intervensi.

“Saya yakin tidak ada yang ditutupi. Buktinya, mahasiswa diterima dengan baik oleh pejabat Polda Jateng."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved