VIRAL Video Cewek Joget di Candi Borobudur, Pengelola Ingatkan Etika Wisata
Viral joget di puncak Borobudur picu kritik, sementara vandalisme dan noda permen karet jadi tantangan pelestarian situs budaya.
Dampak dan Edukasi
Dosen Arkeologi Universitas Gadjah Mada, Andi Putranto, menyebut noda permen karet sebagai masalah yang umum di situs cagar budaya di berbagai negara.
“Sisa permen karet termasuk sampah yang berdampak pada estetika dan dapat merusak permukaan batuan jika tidak segera dibersihkan. Proses pembersihan pun harus dilakukan sangat hati-hati, terutama jika permen karet sudah mengeras,” ujarnya.
Andi menekankan pentingnya edukasi kepada pengunjung agar selalu menaati tata tertib dan menjaga kebersihan situs.
Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Madya), Jhohannes Marbun, menambahkan bahwa perlindungan cagar budaya memerlukan kesadaran kolektif masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait lainnya.
“Borobudur sebagai warisan budaya dunia harus dikelola sesuai standar internasional. Publik perlu sadar bahwa heritage harus dilestarikan dan dilindungi,” tegas Marbun.
Rendahnya perhatian terhadap cagar budaya di Indonesia menunjukkan perlunya langkah lebih tegas dan kolaboratif. Selain pemerintah, BUMN, dan pengelola, masyarakat juga harus dilibatkan agar Borobudur tetap lestari.
Langkah preventif, seperti pembatasan akses, edukasi pengunjung, dan pengawasan ketat, menjadi kunci untuk memastikan kelestarian candi dalam jangka panjang.
“Momentum ini penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa cagar budaya adalah aset yang harus dijaga bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi seluruh masyarakat harus aware terhadap nilai dan pentingnya pelestarian Borobudur,” tutup Marbun. (Tribun Jogja/Rendika Ferri K/Yuwantoro Winduajie)
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Viral Pengunjung Joget di Puncak Candi Borobudur, Pengelola Minta Video Diturunkan dan Duh! Tak Cuma Coretan, Candi Borobudur Juga Penuh Noda Permen Karet
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Candi-Borobudur-Kabupaten-Magelang.jpg)