Jumat, 15 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Sempat Dipersoalkan, Bantuan 30 Ton Beras dari Uni Emirat Arab Kini Resmi Disalurkan Muhammadiyah

Polemik bantuan 30 ton beras dari UEA berakhir. Bantuan dipastikan disalurkan ke korban bencana Sumut melalui Muhammadiyah, bukan dikembalikan

Tayang:
Tangkap layar Youtube
BANTUAN BERAS - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat penyampaian Refleksi Akhir Tahun 2024 PP Muhammadiyah yang disiarkan secara daring, Senin (30/12/2024). Polemik 30 ton beras bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA) kini sudah menemui titik terang. Bukan dikembalikan, bantuan akan disalurkan kepada korban banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Utara melalui Muhammadiyah. 

Awalnya, pemerintah kota Medan belum menerima kejelasan mekanisme penerimaan bantuan beras tersebut, sehingga memutuskan untuk menolaknya.

Saat itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra berasumsi bantuan berasal dari pemerintah ke pemerintah, sementara mekanisme formalnya memang belum tersedia untuk skema tersebut.

“Setelah berkoordinasi langsung dengan Kedutaan Besar UEA, pihaknya mendapat konfirmasi bahwa bantuan ini berasal dari organisasi kemanusiaan Red Crescent atau Bulan Sabit Merah,” ujar Tito di Halim Perdanakusuma, Jumat (19/12/2025).

Untuk mencegah bantuan tertahan, pemerintah pusat menunjuk organisasi masyarakat dan menyerahkan sepenuhnya kepada MDMC Muhammadiyah.

“Saat ini, beras tersebut sudah berada dalam pengelolaan Muhammadiyah. Mereka yang akan bertanggung jawab mendistribusikannya secara langsung kepada masyarakat yang paling membutuhkan,” papar Tito.

Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada organisasi-organisasi kemanusiaan, termasuk Muhammadiyah, yang aktif membantu penanganan darurat bencana.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved