Selasa, 28 April 2026

5 Populer Regional: Sosok Kapolsek Kaliwungu Dikeroyok Warga - Pengadaan Meja Biliar DPRD Sumsel

Kapolsek Kaliwungu dikeroyok warga saat membubarkan tawuran, sementara usulan meja biliar Rp486 juta berasal dari pimpinan DPRD Sumsel.

Tayang:
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Sri Juliati
Ringkasan Berita:
  • Populer regional merupakan berita yang paling banyak dibaca selama 24 jam terakhir.
  • Kapolsek Kaliwungu Kendal, AKP Nindya Putra Wahyu, dikeroyok warga saat mencoba membubarkan tawuran pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
  • Usulan pengadaan meja biliar senilai Rp486 juta yang viral diketahui berasal dari pimpinan DPRD Sumsel, yakni Ketua DPRD Andie Dinialdie dan Wakil Ketua Ilyas Panji.

TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai dari sosok AKP Nindya Putra Wahyu.

Ia merupakan Kapolsek Kaliwungu Kendal, Jawa Tengah, yang dikeroyok warga pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.

AKP Nindya menjadi bulan-bulanan warga saat hendak hendak membubarkan aksi tawuran.

Kemudian ada viralnya kabar pengadaan meja biliar Rp486 juta.

Belakangan terungkap, usulan tersebut datang dari dari pimpinan DPRD Sumsel.

Keduanya adalah Ketua DPRD Sumsel sekaligus ketua umum Pengurus  Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengprov POBSI) Sumsel, Andie Dinialdie dan wakil ketua Ilyas Panji.

Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam di Tribunnews.com:

1. Sosok AKP Nindya Putra Wahyu, Kapolsek Kaliwungu yang Dikeroyok Warga saat Patroli Sahur

KAPOLSEK DIKEROYOK - 
AKP Nindya Putra Wahyu Nugroho, Kapolsek Kaliwungu, menjadi korban pengeroyokan saat membubarkan dugaan tawuran remaja di Jalan Desa Krajan Kulon, Minggu dini hari.
KAPOLSEK DIKEROYOK - 
AKP Nindya Putra Wahyu Nugroho, Kapolsek Kaliwungu, menjadi korban pengeroyokan saat membubarkan dugaan tawuran remaja di Jalan Desa Krajan Kulon, Minggu dini hari. (HO/IST)

Kapolsek Kaliwungu Kendal, AKP Nindya Putra Wahyu Nugroho, menjadi korban pengeroyokan saat hendak membubarkan aksi tawuran.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Desa Krajan Kulon Kaliwungu pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.

Kapolsek Kaliwungu bersama sejumlah anggota kepolisian diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pemuda saat melakukan patroli keamanan di wilayah Kaliwungu. 

Insiden tersebut terjadi di sekitar depo ban di sebuah tikungan dan sempat terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial.

Peristiwa bermula ketika jajaran Polsek Kaliwungu melakukan patroli untuk mengamankan kegiatan ngangklang, tradisi membangunkan warga untuk sahur selama bulan Ramadan. 

Kegiatan tersebut biasanya dilakukan dengan menggunakan alat musik tradisional seperti kentongan, angklung, hingga panci.

Saat patroli berlangsung, petugas juga menerima laporan mengenai adanya dua kelompok remaja yang diduga akan terlibat tawuran di sekitar lokasi. 

Polisi kemudian mendatangi area tersebut untuk membubarkan kerumunan.

Melihat mobil patroli Polsek Kaliwungu datang, sebagian pemuda langsung membubarkan diri. 

Namun situasi berubah tegang ketika sejumlah pemuda lain yang diminta untuk meninggalkan lokasi justru bertindak anarkis.

Dalam video yang beredar, terlihat beberapa pemuda mendekati petugas dan tiba-tiba menyerang Kapolsek Kaliwungu.

Baca selengkapnya.

2. Update Kasus Kematian Gita Fitri, Benarkah Tewas akibat Tersengat Listrik? 2 Polisi Dilaporkan

KEMATIAN GITA FITRI - (kiri) Gita Fitri Ramadani (25), perempuan muda asal Desa Batu Bandung, Kecamatan Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang ditemukan tewas. (tengah) Pengamanan makam Gita oleh warga Batu Bandung menjelang autopsi. Makam Gita yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) dijaga ketat selama tiga malam berturut-turut oleh warga dan pemuda setempat. (kanan) Kuasa Hukum keluarga korban Gita Fitri Ramadani melaporkan dua oknum polisi ke Polda Bengkulu, Jumat (6/3/2026).
KEMATIAN GITA FITRI - (kiri) Gita Fitri Ramadani (25), perempuan muda asal Desa Batu Bandung, Kecamatan Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang ditemukan tewas. (tengah) Pengamanan makam Gita oleh warga Batu Bandung menjelang autopsi. Makam Gita yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) dijaga ketat selama tiga malam berturut-turut oleh warga dan pemuda setempat. (kanan) Kuasa Hukum keluarga korban Gita Fitri Ramadani melaporkan dua oknum polisi ke Polda Bengkulu, Jumat (6/3/2026). (Tribun Bengkulu/Istimewa/Rustam Efendi/Iwan Trabas)

Gita Fitri Ramadani (25), perempuan muda asal Desa Batu Bandung, Kecamatan Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang ditemukan tewas.

Gita Fitri tewas di kebun pepaya Desa Talang Sawah, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, Rabu (4/2/2026) dini hari.

Hingga kini penyebab kematiannya belum terungkap. Dugaan awal Gita tewas akibat tersetrum.

Polisi sudah melakukan proses ekshumasi terhadap jenazah korban.

Ekshumasi adalah proses penggalian kembali jenazah yang sudah dikubur untuk tujuan pemeriksaan forensik, investigasi hukum, atau identifikasi. 

Biasanya dilakukan jika ada dugaan kematian tidak wajar, tindak pidana, atau kebutuhan pembuktian di pengadilan.

Oknum Polisi Terlibat?

Terkini dua oknum polisi dilaporkan ke Polda Bengkulu terkait kematian Gita Fitri.

Laporan dibuat kuasa hukum keluarga korban pada Jumat (6/3/2026).

Salah satu kuasa hukum, Rustam Efendi, mengatakan banyak kejanggalan atas kematian korban.

"Kalau kejanggalan banyak menurut kami dari awal kejadian seperti bagaimana seorang perempuan datang kesana malam hari," ucap Rustam.

Baca selengkapnya.

3. Air Pocket Selamatkan Yusuf Tankin: Untung Saya Lari ke Bawah, Kalau Lari ke Mesin, Habis Saya

TUGBOAT TENGGELAM - Tim SAR mengevakuasi Yusuf Tankin dari ruang mesin kapal tugboat yang terbalik di perairan PT ASL Shipyard, Batamsetelah terjebak selama 38 jam.
TUGBOAT TENGGELAM - Tim SAR mengevakuasi Yusuf Tankin dari ruang mesin kapal tugboat yang terbalik di perairan PT ASL Shipyard, Batamsetelah terjebak selama 38 jam. (HO/IST)

Tugboat Mega terbalik di tengah cuaca buruk di perairan kawasan PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Batu Aji, Batam, Jumat (6/3/2026) malam.

Dalam insiden ini, tiga dari 5 awak tugboat meninggal dunia. Dua lainnya selamat yakni M Habib Ansyari, Anak Buah Kapal (ABK) dan Yusuf Tankin (57).

M Habib Ansyari ditemukan pada hari kejadian, sementara Yusuf Tankin ditemukan pada hari ketiga pencarian atau 38 jam usai kejadian.

Tugboat atau kapal tunda adalah kapal yang digunakan melakukan manuver/pergerakan, utamanya menarik atau mendorong kapal lainnya di pelabuhan.

Air Pocket Selamatkan Yusuf

Yusuf Tankin, kru Tugboat ditemukan selamat setelah terjebak selama 38 jam di dalam kapal.

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 05.20 WIB.

Saat itu Yusuf Tankin berada di ruang mesin kapal.

Baca selengkapnya.

4. Kasus Kekerasan Seksual di Toilet Bandara Ngurah Rai Terungkap, Pelaku Ditangkap di Bekasi

Pelaku DS telah dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. DS Rekam Aktivitas Wanita di Dalam Toilet Bandara Ngurah Rai Bali, Ancam Korban Sebar Kontennya
Pelaku DS telah dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. DS Rekam Aktivitas Wanita di Dalam Toilet Bandara Ngurah Rai Bali, Ancam Korban Sebar Kontennya (Tribun Bali/Istimewa)

Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai mengungkap kasus kekerasan seksual berbasis elektronik yang terjadi di area toilet wanita parkiran Basement A3 Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. 

Pria berinisial DS (48), warga Jawa Barat diamankan setelah diduga merekam seorang perempuan di dalam toilet dan menggunakan rekaman tersebut untuk mengancam korban.

Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, mengatakan kasus ini terungkap setelah korban berinisial NLPLW (22) melapor kepada pihak kepolisian.

Korban mengaku diancam oleh pelaku melalui pesan WhatsApp menggunakan foto dan video bermuatan seksual yang diambil secara diam-diam saat korban berada di toilet bandara.

“Pelaku diduga merekam korban saat berada di dalam toilet dan kemudian menggunakan rekaman tersebut untuk mengancam korban agar menuruti keinginannya,” ujar Suka Artana, Minggu (8/3/2026).

Menurut polisi, pelaku memanfaatkan kelengahan korban di area privat dengan merekam melalui celah pintu toilet menggunakan telepon genggam miliknya.

Setelah memperoleh rekaman tersebut, pelaku kemudian menghubungi korban dan mengancam akan menyebarkan konten tersebut jika korban tidak memenuhi permintaan pelaku.

Baca selengkapnya.

5. Terungkap Pengadaan Meja Biliar Rp 486 Juta Usulan Langsung Pimpinan DPRD Sumsel

PENGADAAN MEJA BILIAR - Kolase foto Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie yang juga Ketua POBSI Sumsel.  Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Andie Dinialdie memberikan penjelasan, terkait sedang ramainya usulan pengadaan dua meja biliar untuk rumah dinas (rumdin) dua pimpinan DPRD Sumsel.
PENGADAAN MEJA BILIAR - Kolase foto Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie yang juga Ketua POBSI Sumsel. Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Andie Dinialdie memberikan penjelasan, terkait sedang ramainya usulan pengadaan dua meja biliar untuk rumah dinas (rumdin) dua pimpinan DPRD Sumsel. (Tribunnews.com/Sripoku.com/handout/Linda Trisnawati)

Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. Aprizal menegaskan alokasi anggaran dua unit meja biliar untuk rumah dinas pimpinan dewan yang memakan anggaran fantastis Rp 486,9 juta murni merupakan usulan dari pimpinan DPRD Sumsel.

Usulan itu bukan inisiatif dari pihak Sekretariat.

"Iya, itu usulan dari pimpinan lah bukan dari Sekretariat," kata Aprizal, Minggu (8/3/2026).

Dijelaskan Aprizal usulan pimpinan untuk meja biliar itu sendiri, diakuinya cukup wajar karena ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie adalah ketua umum Pengurus  Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengprov POBSI) Sumsel.

"Karena ketua kan adalah ketum biliar Sumsel jadi wajar," ujarnya.

Kelanjutan Meja Biliar Rp 486,9 Juta

Meski telah diusulkan, Aprizal memastikan pengadaan meja biliar tersebut belum dilaksanakan hingga saat ini.

"Belum, karena permintaan mereka untuk dianggarkan belum dilaksanakan. Makanya baru dimasukkan di SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan), dan dilihat orang karena sudah e katalog. Dan pastinya, ini semua usulan pimpinan masing-masing,' paparnya.

Disinggung, kenapa hanya dua dari empat pimpinan saja yang akan mendapatkan meja biliar di rumah dinas mereka, Aprizal sendiri belum mengetahui secara pasti dan akan mengecek terlebih dahulu.

"Ya, termasuk usulan pimpinan lainnya kita akan cek, karena informasi belum valid dan akan ditanya ke bagian umum dulu," tuturnya.

Ditambahkan Sekwan, ia pun tidak mengetahui secara pasti adanya perbedaan anggaran bagi dua pimpinan tersebut, dimana wakil ketua Ilyas Panji dikatakan lebih besar anggarannya dibanding yang diperuntukan bagi ketua Andie Dinialdie.

"Nah, itulah nanti aku cek dulu ke bagian umum, dan nanti akan saya kumpulkan hari ini. Sebab ini jadi pertanyaan, kenapa pak Ilyas lebih mahal dibanding ketua, maka akan saya cek dulu. tetapi yang wakil ketua pak Ilyas ini pastinya belum jelas termasuk harganya. Apa selain meja juga ada yang lainnya dan akan saya cari Informasinya," tukasnya.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved