Jumat, 10 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Program MBG Gerakkan Ekonomi Daerah, Perputaran Uang di Serang Capai Rp 1,2 Triliun per Tahun

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mulai menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/HO
SINERGI EKNOMI RAKYAT - Pelaksaaan program “Sinergi Ekonomi Rakyat” yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) terkait program Makan Bergizi Gratis. . Di Kota Serang, operasional 80–90 dapur MBG mampu menciptakan perputaran uang hingga Rp100 miliar per bulan atau sekitar Rp1,2 triliun per tahun 
Ringkasan Berita:
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah
  • Di Kota Serang, operasional 80–90 dapur MBG mampu menciptakan perputaran uang hingga Rp100 miliar per bulan atau sekitar Rp1,2 triliun per tahun
  • Program ini juga mendorong pertumbuhan UMKM dan pemasok pangan lokal.

TRIBUNNEWS.COM, BANTEN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mulai menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Di Kota Serang, Banten, operasional puluhan dapur MBG bahkan disebut mampu menciptakan perputaran uang hingga sekitar Rp1,2 triliun per tahun.

Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu juga membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM, peternak, hingga pemasok bahan pangan lokal.

Salah satu penguatan infrastruktur program tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di kawasan Masjid Agung Ats-Tsauroh, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Sinergi Ekonomi Rakyat” yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN).

Pembangunan dapur MBG ini diharapkan memperluas jaringan distribusi makanan bergizi kepada masyarakat agar lebih efektif, higienis, dan terstandarisasi.

Perputaran Ekonomi Capai Rp100 Miliar per Bulan

Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia mengatakan Pemerintah Kota Serang mendukung penuh pelaksanaan program MBG yang dicanangkan pemerintah pusat.

Menurutnya, keberadaan dapur MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi daerah.

“Kami dari Pemerintah Kota Serang sangat mendukung program Makan Bergizi Gratis. Terima kasih kepada Badan Gizi Nasional yang telah hadir dan melaksanakan kegiatan di Masjid Agung Ats-Tsauroh ini,” ujar Nur Agis di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 80 hingga 90 dapur MBG yang telah beroperasi di Kota Serang.

Berdasarkan kajian pemerintah daerah bersama pelaku UMKM dan sektor ekonomi lokal, operasional dapur tersebut menghasilkan perputaran uang yang cukup besar.

“Dengan adanya dapur MBG, perputaran uang di Kota Serang dalam sebulan bisa mencapai sekitar Rp100 miliar. Kalau dihitung setahun bisa mencapai Rp1,2 triliun,” jelasnya.

Angka tersebut dinilai sangat besar jika dibandingkan dengan kapasitas anggaran daerah.

“Padahal APBD kita sekitar Rp1,6 triliun. Jadi ini luar biasa sekali dampak ekonominya,” tambahnya.

UMKM dan Peternak Kebanjiran Pesanan

Nur Agis juga mengungkapkan bahwa program MBG turut mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.

Bahkan, sejumlah pelaku usaha dan peternak sempat kewalahan memenuhi lonjakan permintaan bahan pangan.

“Ada UMKM yang biasanya memproduksi roti hanya 100 per hari, sekarang diminta sampai 2.000. Ini luar biasa dampaknya,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah daerah siap terus berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional agar program MBG dapat berjalan maksimal.

“Ini bukan hanya soal memberikan makanan bergizi gratis kepada masyarakat, tetapi juga dampak ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Banyak UMKM yang sekarang banjir pesanan,” ujarnya.

Dapur MBG Jadi Pusat Produksi Makanan Bergizi

Wakil Ketua BGN Bidang Komunikasi Publik Sony Sonjaya mengatakan dapur yang dibangun di kawasan Masjid Ats-Tsauroh nantinya akan menjadi pusat produksi makanan bergizi yang dikelola melalui sistem SPPG untuk wilayah Serang dan sekitarnya.

Dengan sistem tersebut, distribusi makanan bagi penerima manfaat diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memenuhi standar gizi yang ditetapkan.

“Pembangunan dapur MBG ini adalah langkah nyata agar pelayanan gizi kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal. Kami berharap fasilitas ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Sony.

Ia menambahkan dapur MBG di kawasan masjid tersebut nantinya akan membantu pemenuhan kebutuhan gizi bagi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari siswa madrasah di sekitar masjid, anak-anak yatim usia sekolah, hingga balita yang belum mendapatkan akses program MBG.

“Madrasah yang ada di masjid ini, anak-anak yatim usia sekolah, hingga balita di sekitar masjid yang belum mendapatkan Makan Bergizi Gratis akan menjadi prioritas penerima manfaat,” jelasnya.

Dorong Partisipasi Yayasan dan Mitra

Sony juga menilai model pengelolaan dapur MBG di lingkungan masjid dapat menjadi inspirasi bagi yayasan dan mitra lainnya.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sangat penting untuk menjaga keberlanjutan program tersebut.

“Kami berharap yayasan-yayasan yang menjadi mitra bisa mulai menyisihkan sebagian rezekinya untuk mendukung fasilitas dapur atau memperbaiki sarana yang rusak, misalnya genteng bocor atau WC yang rusak,” katanya.

Ia menambahkan dapur SPPG harus memiliki fasilitas yang layak dengan standar higiene dan sanitasi yang baik agar mampu memproduksi makanan bergizi secara maksimal.

Selain peletakan batu pertama dapur MBG, Badan Gizi Nasional juga menggelar kegiatan Sinergi Ekonomi Rakyat pada 10–12 Maret 2026.

Kegiatan ini mempertemukan pengelola dapur SPPG dengan kelompok tani (poktan) di wilayah Serang. Tujuannya untuk memastikan bahan baku yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis berasal dari sumber yang sehat, bersih, dan memenuhi standar keamanan pangan.

Para peserta juga mendapat arahan mengenai sistem pemilihan bahan baku terbaik agar kualitas makanan tetap terjaga.

Rangkaian kegiatan tersebut dilanjutkan dengan rapat koordinasi yang digelar di Aston Serang Hotel & Convention Center.

Sekitar 600 peserta menghadiri pertemuan tersebut, terdiri dari kepala SPPG, pengawas gizi, pengawas keuangan, juru masak, yayasan mitra, hingga koordinator wilayah se-Provinsi Banten.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved