5 Populer Regional: Profil Sekda Sidoarjo Gelar Bukber Ala Bollywood - Polisi Dikeroyok Warga
Fenny Apridawati viral karena bukber mewah, sementara polisi Setyono dikeroyok warga di Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon saat membela istrinya.
Ringkasan Berita:
- Populer regional merupakan berita yang paling banyak dibaca selama 24 jam terakhir.
- Dimulai dari Fenny Apridawati viral karena menggelar buka bersama mewah ala Bollywood dan diketahui merupakan lulusan Ilmu Kedokteran di Universitas Airlangga pada 2008.
- Kemudian seorang anggota polisi bernama Setyono dikeroyok enam warga di Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku saat berusaha membela istrinya.
TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai dari profil Fenny Apridawati, Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Jawa Timur.
Ia menjadi viral karena menggelar buka bersama (bukber) mewah ala Bollywood.
Belakangan terungkap, Fenny merupakan lulusan Ilmu Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada 2008.
Kemudian ada kasus anggota polisi dikeroyok warga di Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku.
Korban diketahui bernama Bripda Setyono yang bertugas di Bidang Keuangan Polda Maluku.
Ia dikeroyok 6 warga saat berusaha membela sang istri.
Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir di Tribunnews.com:
1. Profil Fenny Apridawati, Sekda Sidoarjo Gelar Bukber Ala Bollywood, Bantah Pakai APBD
Momentum berbuka puasa bersama atau bukber saat bulan Ramadhan sering dimaknai sebagai ruang silaturahmi yang memperkuat kebersamaan.
Namun, baru-baru ini, publik dihebohkan dengan acara bukber mewah yang digelar pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.
Acara ini kemudian memunculkan pertanyaan tentang etika kepemimpinan, sensitivitas sosial, serta pesan moral yang disampaikan kepada masyarakat.
Masyarakat menganggap acara buka bersama itu terlalu mewah dan tidak sebanding dengan kondisi masyarakat Sidoarjo, termasuk dalam hal kebutuhan infrastruktur.
Bukber itu berlangsung di Mahabarata Palace Graha Unesa, Kota Surabaya, Jumat (6/3/2026).
Acara yang dihadiri kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga jajaran camat itu kemudian viral di media sosial.
Usai gaduh di masyarakat, Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Fenny Apridawati meminta maaf.
Fenny Apridawati merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) berpangkat Pembina Utama Madya.
Pembina Utama Madya merupakan pangkat golongan ruang IV/d bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia, yang menduduki jabatan eselon 1b seperti Staf Ahli Menteri atau Sekretaris Daerah Provinsi.
Pangkat ini termasuk dalam golongan IV (Pembina) tertinggi, ditandai dengan bintang dua berwarna emas, serta setara dengan Inspektur Jenderal Polisi.
Fenny mengemban amanah sebagai Sekda Sidoarjo sejak Maret 2024, melansir TribunJatim.com.
Berdasarkan Nomor Induk Pegawai (NIP) yang dikutip dari ppid.sidoarjokab.go.id, Fenny lahir pada 13 April 1968. Usianya menginjak 58 tahun.
Ia diangkat menjadi ASN pada Maret 1991.
2. Satgas Damai Cartenz Bongkar Jaringan Pembelian Senjata untuk KKB di Papua, 5 Orang Jadi Tersangka
Satgas Damai Cartenz 2026 bersama jajaran Polda Papua berhasil mengungkap jaringan transaksi senjata api dan amunisi yang diduga akan dipasok kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang beroperasi di wilayah Yalimo dan Yahukimo.
Dalam operasi penegakan hukum yang dilakukan pada Kamis, 12 Maret 2026 di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, aparat mengamankan delapan orang yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut beserta sejumlah barang bukti berupa senjata api rakitan, ratusan amunisi, magazen, serta beberapa barang lain yang berkaitan dengan aktivitas para pelaku.
Pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif aparat keamanan terhadap peredaran senjata api ilegal yang diduga akan disalurkan kepada kelompok bersenjata di wilayah pegunungan Papua.
Dari delapan orang yang diamankan, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara pada 13 Maret 2026.
Kelima tersangka tersebut yakni SP (38) yang berperan sebagai pencari sekaligus pembeli senjata api rakitan dan amunisi.
Kemudian OB (22) alias Bakuru yang diketahui sebagai penyumbang dana untuk pembelian senjata rakitan dan amunisi dengan nilai sekitar Rp122 juta rupiah.
Selain itu, YP (35) berperan sebagai penyumbang dana pembelian amunisi sekitar Rp13 juta rupiah. Sementara M-K-M (39) berperan sebagai turut serta membantu mengantarkan dan mempertemukan pihak pembeli dengan penjual senjata api rakitan, dan DK (35) bertindak sebagai perantara dalam transaksi senjata api dan amunisi.
Adapun tiga orang lainnya yang sebelumnya diamankan saat ini masih berstatus sebagai saksi karena perannya masih didalami oleh penyidik.
Dari hasil pengungkapan tersebut, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 298 butir amunisi berbagai kaliber, lima buah magazen senjata, beberapa unit telepon genggam, serta tas dan dokumen identitas yang diduga berkaitan dengan aktivitas para pelaku.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, senjata api dan amunisi tersebut diduga akan disalurkan kepada kelompok kriminal bersenjata yang beroperasi di wilayah Yalimo dan Yahukimo guna memperkuat persenjataan mereka.
3. Program MBG Gerakkan Ekonomi Daerah, Perputaran Uang di Serang Capai Rp 1,2 Triliun per Tahun
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mulai menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Di Kota Serang, Banten, operasional puluhan dapur MBG bahkan disebut mampu menciptakan perputaran uang hingga sekitar Rp1,2 triliun per tahun.
Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu juga membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM, peternak, hingga pemasok bahan pangan lokal.
Salah satu penguatan infrastruktur program tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di kawasan Masjid Agung Ats-Tsauroh, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Sinergi Ekonomi Rakyat” yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN).
Pembangunan dapur MBG ini diharapkan memperluas jaringan distribusi makanan bergizi kepada masyarakat agar lebih efektif, higienis, dan terstandarisasi.
Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia mengatakan Pemerintah Kota Serang mendukung penuh pelaksanaan program MBG yang dicanangkan pemerintah pusat.
Menurutnya, keberadaan dapur MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi daerah.
“Kami dari Pemerintah Kota Serang sangat mendukung program Makan Bergizi Gratis. Terima kasih kepada Badan Gizi Nasional yang telah hadir dan melaksanakan kegiatan di Masjid Agung Ats-Tsauroh ini,” ujar Nur Agis di sela kegiatan.
4. Mayat Dalam Boks di Medan: Perempuan 19 Tahun Asal Labuhanbatu Utara, Kenal Pelaku di Medsos
Mayat dalam boks putih yang ditemukan warga Kota Medan, Sumatra Utara adalah seorang perempuan muda bernama Rahmadani Siagian (19).
Jasad Rahmadani Siagian ditemukan tanpa busana di dalam boks kontainer di areal perladangan pisang Jl Menteng, Medan Denai, Kota Medan. Jasad perempuan muda itu cuma tertutupi selimut bertuliskan 'OYO' pada Selasa (10/3/2026) lalu.
Pelaku pembunuhan adalah SAN (19) dan dibantu temannnya RS (19) membuang jenazah.
Polrestabes Medan menggelar prarekonstruksi kasus pembunuhan tak jauh dari tempat penemuan jasad Rahmadani yang dibuang di Gang Seroja 3, pada Jumat (13/3/2026).
Dalam prarekontruksi ini, polisi menghadirkan satu dari dua orang tersangka yang sudah ditangkap.
Pria berusia muda itu tampak mengenakan masker dan baju tahanan bertuliskan angka 93.
Terungkap bahwa tersangka SAN memeragakan sejumlah adegan di penginapan OYO yang menjadi lokasi pembunuhan.
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan, ada tiga lokasi prarekonstruksi.
Dari ketiga TKP ini, dua titik berada di penginapan tersebut. Sementara satu titik lainnya merupakan tempat jenazah Rahmadani dibuang.
"Ada tiga titik yang sudah kita jadikan TKP. Pertama di kamar penginapan, kedua di dekat pagar penginapan, dan satu lagi di bantaran sungai tempat korban dibuang," ujar Calvijn.
Dari serangkaian kegiatan penyelidikan didapatkan bukti bahwa aksi keji ini dilakukan oleh tersangka berinisial SAN.
Calvijn mengatakan, tersangka SAN mengakui perbuatannya telah menghabisi nyawa Rahmadani pada Senin (9/3/2026).
5. Bela Istri, Anggota Polisi di Ambon Diduga Dikeroyok 6 Warga, Minta Kasus Diproses hingga Pengadilan
Kasus dugaan pengeroyokan terhadap anggota kepolisian terjadi di kawasan Eri, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.
Korban dalam peristiwa tersebut adalah Bripda Setyono yang bertugas di Bidang Keuangan Polda Maluku.
Peristiwa tersebut diduga melibatkan enam orang warga yang kini telah diamankan oleh pihak kepolisian. Kasus ini saat ini ditangani oleh Polsek Nusaniwe.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden itu bermula ketika korban diduga membela istrinya yang disebut mengalami pelecehan oleh sejumlah warga di lokasi kejadian.
Situasi di lokasi kemudian memanas hingga berujung pada dugaan aksi pengeroyokan terhadap korban.
Bripda Setyono meminta agar perkara tersebut diproses hingga ke persidangan dan tidak diselesaikan melalui jalur damai. Enam orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut telah ditahan sejak 20 Februari 2026.
Namun hingga kini, proses hukum perkara tersebut disebut belum dilimpahkan ke pihak kejaksaan.
Informasi beredar, masa penahanan para tersangka berpotensi diperpanjang.
Perkara ini semakin menjadi perhatian setelah muncul kabar bahwa salah satu pelaku diduga memiliki hubungan keluarga dengan seorang perwira polisi berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) yang bertugas di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.
Selain itu, korban juga dikabarkan mendapat tekanan agar perkara tersebut diselesaikan secara damai.
(Tribunnews.com)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.