Kronologi Wanita Dimutilasi Suami dan Mak Comblang di Samarinda, Jasad Dibuang Saat Malam Lebaran
Suimih binti Chamim, wanita usia 35 tahun, asal menjadi korban pembunuhan dan mutilasi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pelakunya suami siri.
Mendapat serangan dari pelaku, korban pun terbangun dan sempat berupaya melarikan diri dari lokasi.
Namun, kedua pelaku berhasil menangkapnya dan kembali menganiaya korban hingga meninggal dunia pukul 06.00 WITA.
"Korban kembali dianiaya oleh kedua pelaku hingga akhirnya meninggal dunia,” ujar Kapolresta Samarinda, Kombes Hendri Umar.
Setelah korban dipastikan meninggal dunia, kedua pelaku pun melakukan mutilasi terhadap tubuh Suimih menjadi tujuh bagian.
Mutilasi dilakukan pelaku untuk menghilangkan jejak dan mempermudah proses membuang jasad korban.
Proses mutilasi dilakukan menggunakan parang, palu, serta papan sebagai alas.
Setelah itu, jasad korban yang terpotong-potong dimasukkan ke dalam tiga karung.
Setelah melakukan mutilasi, pada pukul 19.00 Wita, pelaku membuang potongan tubuh menggunakan sepeda motor milik korban.
Sebagian potongan dibuang lebih dulu, kemudian sisanya dibuang pada Sabtu (21/3/2026) dini hari pukul 01.00 Wita atau saat malam takbiran Idulfitri.
“Mereka sengaja menggunakan rute berbeda untuk menghindari pemantauan,” ucap Kombes Hendri.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Agus Setyawan mengungkap pelaku R diduga berperan sebagai pihak yang merencanakan sekaligus memfasilitasi aksi pembunuhan terhadap Suimih.
“Tersangka R ini juga berperan sejak awal dalam perencanaan, bahkan ikut melakukan survei lokasi sejak Januari,” ucap AKP Agus Setyawan.
R disebut sebagai orang yang menjembatani hubungan antara korban dengan tersangka J alias W.
"Kalau mau dikatakan tersangka R ini makcomblang bahasa kerennya. Untuk hubungan kedekatan tersangka J dengan tersangka R itu masih kita dalami," ucap AKP Agus.
Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku kembali ke lokasi pembunuhan dan berupaya melarikan diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Mutilasi-di-samarinda.jpg)