Kamis, 30 April 2026

Berita Viral

Pengakuan Riga Septian, Perawat Viral Joget saat Operasi Pasien, Bakal Diberi Hukuman

Viral di media sosial, seorang perawat di RSU Datu Beru Aceh Tengah joget saat dokter sedang operasi pasien.

Tayang:
Tangkap Layar/Kompas.com
PERAWAT JOGET - Viral di media sosial eorang perawat berinisial RA berjoget di ruang operasi RSU Datu Beru Takengon, Aceh Tengah. Setelah kejadian, perawat bernama Riga Septian Bahri menyampaikan permintaan maaf melalui video. 

Ringkasan Berita:
  • Viral di media sosial, seorang perawat di Aceh Tengah joget saat dokter sedang operasi pasien.
  • Perawat itu bernama Riga Septian Bahri. Ia meminta maaf usai ulahnya itu menuai kecaman publik.
  • Meski telah meminta maaf, Riga juga harus bersiap menerima hukuman dari tindakannya yang dianggap mencederai dunia medis di RSU Datu Beru.

TRIBUNNEWS.COM - Penerapan prinsip etik perawat penting untuk dilakukan agar tidak menimbulkan kerugian bagi pasien.

Perawat sebagai tenaga kesehatan yang 24 jam berada di samping pasien dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan harus memberikan asuhan keperawatan dengan baik.

Senantiasa menjunjung kode etik keperawatan serta menerapkan prinsip-prinsip etik keperawatan selama memberikan pelayanan.

Namun, hal sebaliknya justru dilakukan oleh seorang perawat di Aceh Tengah, Provinsi Aceh.

Viral di media sosial, seorang perawat berjoget saat tindakan operasi berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru, Takengon, Aceh Tengah.

Dalam video yang viral, perawat tersebut memutar musik disk jockey (DJ) dan berjoget mengikuti irama musik saat tiga dokter sedang melakukan pembedahan terhadap seorang pasien.

Video itu kemudian viral di media sosial dan mendapat kecaman dari publik.

Usai aksinya viral, perawat bernama Riga Septian Bahri menyampaikan permintaan maaf melalui video.

Ia mengaku, aksinya berjoget saat operasi pasien terjadi secara spontan.

"Saya Riga Septian Bahri perawat kamar operasi, terkait video viral joget-joget itu spontan dari saya sendiri," ucap Riga, berdasarkan rekaman video yang diterima Kompas.com, Kamis (2/4/2026).

Dikatakannya, tidak ada maksud tertentu dalam pembuatan video tersebut.

Baca juga: Dokter & Perawat RSUD di Jayapura Dianiaya Orang Tua Pasien yang Meninggal Pasca Resusitasi Jantung

Riga menyebut, keisengannya itu tidak mengandung unsur politik atau sindiran kepada pihak tertentu.

Ia pun meminta maaf atas ulahnya yang menuai berbagai kecaman tersebut.

"Dari hati kecil saya yang paling dalam, saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak rumah sakit, kepada masyarakat yang tidak senang melihat video saya."

"Dari hati kecil saya yang paling dalam saya mohon maaf," ucap Riga, sembari merapatkan kedua telapak tangannya di depan kamera sebagai simbol permintaan maaf tersebut.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved