Korban Kebakaran SPBE Bekasi Bertambah, Luka Bakar Lebih dari 60 Persen
Korban kebakaran SPBE di Bekasi bertambah menjadi 18 orang. Sejumlah korban mengalami luka bakar berat hingga lebih dari 60 persen
Ringkasan Berita:
- Jumlah korban kebakaran SPBE Bekasi bertambah menjadi 18 orang, satu korban dirawat di RSCM dengan luka bakar di atas 60 persen.
- Sebagian korban mengalami luka bakar lebih dari 50 persen, dua di antaranya dalam kondisi sangat berat hingga 90 persen.
- Polisi dan Forkopimda meninjau langsung kondisi korban di sejumlah rumah sakit.
- Aparat juga memberikan layanan trauma healing bagi warga terdampak secara psikologis.
TRIBUNNEWS.COM - Korban dari kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBU) di Kota Bekasi, Jawa Barat terus bertambah.
Dari yang sebelumnya tercatat ada 17 orang, kini korban bertambah jadi 18 orang.
Peristiwa terbakarnya SPBE di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi ini mengingatkan bahwa di balik setiap kebakaran industri, ada masyarakat yang harus menanggung dampak paling besar.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, korban ke-18 mendapatkan luka bakar hingga lebih dari 60 persen.
"Ada update data terbaru. Total korban sekarang menjadi 18 orang,"
"Sebelumnya kami mendata 17 orang, namun ada tambahan 1 korban lagi yang ternyata sedang dirawat di RS Cipto Mangunkusumo dengan kondisi luka bakar di atas 60 persen," kata Kusumo saat dikonfirmasi Wartakotalive.com.
Ia menuturkan, sebagian besar korban mengalami luka bakar serius dan harus menjalani perawatan intensif.
"Memang ada beberapa korban yang memerlukan perawatan intensif karena rata-rata mengalami luka bakar di atas 50 persen," ujarnya.
Kapolres juga menuturkan, ada dua orang yang luka bakarnya mencapai 90 persen.
"Bahkan, ada dua korban yang kondisinya sangat berat dengan luka bakar mencapai lebih dari 90 persen. Kami mohon doanya agar para korban segera pulih," jelasnya.
Rumah Warga Terbakar
Kebakaran SPBE pada Rabu (1/4/2026) kemarin juga berdampak hingga ke rumah warga.
Baca juga: Rumah Warga Bekasi Ludes karena SPBE Cimuning Terbakar, DPRD Desak Pengelola Ganti Rugi
Rumah warga bernama Martin seluas 15x12 meter hangus rata dengan tanah dan roda kehidupannya seketika terhenti.
Kepada Wartakotalive.com, Martin mengatakan bahwa bangunan yang hangus tersebut berdiri dua rumah tinggal dan tiga kios yang jadi tumpuan ekonomi keluarga.
Ketiga kios tersebut disewakan untuk usaha sol sepatu, penjual sayuran dan warung nasi uduk.
"Ini hancur semua. Satu kios sol sepatu, satu sayuran, dan satu lagi nasi uduk tempat saya biasa cari nafkah," ujar Martin dengan nada getir saat ditemui di lokasi, Kamis (2/4/2026).
Tak hanya menghanguskan rumah saja, barang berharga seperti motor hingga dokumen Sertifikat Hak Milik (SHM) miliknya ikut hangus terbakar karena tak sempat diselamatkan.
Kini, ia dan keluarganya menumpang di rumah tetangga.
Kehilangan rumah berarti kehilangan rasa aman, sementara hilangnya kios berarti terputusnya sumber penghasilan.
Martin hanya bisa berharap ada bantuan datang supaya ia bisa kembali menggerakkan roda ekonomi keluarganya.
"Pengen ada bantuan, dibangunkan kembali seperti semula. Saya tidak ada uang lagi. Sekarang tidak bisa jualan, penghasilan habis total," ungkapnya lirih.
Sebagian artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Korban Kebakaran SPBE di Bekasi Bertambah Jadi 18 Orang
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(Wartakotalive.com, Rendy Rutama)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.