Kecelakaan Maut di Musi Rawas Utara
Kisah Kernet Bus ALS Selamat dari Kecelakaan Maut di Muratara: Saya Lompat Keluar
Muhamad Fadli berhasil selamat setelah berupaya melompat dari dalam Bus ALS saat kobaran api mulai membesar dan melahap semua kendaraan.
Fadli menceritakan bahwa saat kejadian, sebagian besar penumpang sedang terlelap tidur.
Hal inilah yang membuat mereka sulit menyelamatkan diri ketika api dengan cepat menjalar.
"Habis tabrakan itu api langsung besar. Saya lompat keluar dan lari ke belakang diikuti tiga orang lainnya. Penumpang yang lain terjebak," ucapnya lirih.
Dari total 18 orang di dalam bus, hanya Fadli dan tiga rekannya yang kini bisa bercerita tentang tragedi maut tersebut.
Kini Fadli masih menjalani perawatan atas luka-lukanya, sembari membawa ingatan yang sulit dilupakan dari peristiwa berdarah di bumi Muratara.
Berangkat dari Semarang ke Medan
Dia mengaku mobil bus tersebut berangkat dari Semarang pada tanggal 2 Mei 2026 dengan tujuan ke Medan, Sumut.
"Berangkat dari Semarang tanggal 2 Mei dan terakhir berhenti di SPBU wilayah Kota Lubuklinggau untuk mengisi BBM," jelasnya.
Baca juga: Daftar 10 dari 16 Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS Teridentifikasi, Termasuk Bayi 1,5 Tahun
Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam perjalanan memang kondisi mobil sempat mengalami masalah, namun saat itu masih bisa diperbaiki dan akhirnya melanjutkan perjalanan.
"Di jalan sempat ada masalah, tapi bisa diatasi oleh sopir, jadi kembali lanjut perjalanan," tutupnya.
Sebelumnya, kecelakaan maut antara Bus ALS dan truk tangki minyak terjadi di Jalinsum Muratara tepatnya di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, pada Rabu (6/5/2026).
Akibat kecelakaan tersebut, 16 orang tewas di tempat dengan kondisi terbakar, 3 orang mengalami luka berat, dan 1 orang hanya luka ringan.
Saat itu, seluruh korban tewas telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Palembang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut dan identifikasi.
Sedangkan untuk 4 korban selamat, kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit.
Berikut adalah identitas korban meninggal:
- Aryanto (49) – Pengemudi Mobil Tangki Seleraya (Warga Lubuk Linggau).
- Martoni (48) – Penumpang Mobil Tangki Seleraya (Warga Musi Rawas Utara).
- Alif (44) – Pengemudi Bus ALS (Warga Jawa Tengah).
- Saf (50) – Kenek Bus ALS (Warga Medan).
- Maleh (42) – Kru Bus ALS (Warga Medan).
- Relodo – Penumpang Bus ALS.
- Zulkifli – Penumpang Bus ALS.
- Aldi Sulistiawan – Penumpang Bus ALS.
- Rani – Penumpang Bus ALS (Istri Aldi Sulistiawan).
- Bela – Penumpang Bus ALS (Anak dari Aldi dan Rani).
- Celinton - Penumpang Bus ALS
- Hisyamsiah Bachri - Penumpang Bus ALS
- Sukardi - Penumpang Bus ALS
- Salim - Penumpang Bus ALS
- Budiyanto - Penumpang Bus ALS
- Barhul Ulum - Penumpang Bus ALS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Evakuasi-jenazah-korban-kecelakaan-bus-ALS-vs-truk-tangki-di-Muratara.jpg)