Mengenal Sosok Sultanah Hadie, Wakil Ketua DPRD Morowali Pendobrak Stigma Kepemimpinan Perempuan
Sultanah Hadie kini aktif menangani masalah sampah, pengawasan tambang, dan pelestarian budaya lokal.
Dia mengajak keluarga dan komunitas lokal memilah sampah menjadi kering, basah, kemudian didaur ulang.
"Kalau memulai dari diri sendiri, itu menular ke masyarakat," ucap Sekretaris Demokrat Morowali tersebut.
Sultanah juga mengingatkan pentingnya menjaga budaya lokal di tengah arus modernisasi.
"Sebagai orang Bungku, kami harus bangga dengan kebudayaan sendiri. Di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung," tuturnya.
Dari sekolah hingga DPRD, Sultanah Hadie menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan bisa menggabungkan visi lingkungan, budaya, dan pembangunan ekonomi.
Ia menegaskan, perubahan besar dimulai dari langkah kecil: dari rumah, komunitas, hingga kebijakan publik.
Profil Singkat Sultanah Hadie
Sultanah Hadie lahir di Poso.
Dia menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Morowali (2024–2029).
Sultanah Hadie berasal dari Partai Demokrat.
Usianya 48 tahun (per 2024).
Pendidikan: SMA Negeri 1 Poso (1994–1997)
- Karier Politik
Awal karier: Bergabung dengan Partai Golkar, kemudian pindah ke Partai Demokrat.
Dapil: Terpilih dari Dapil 1 (Bungku Tengah dan Bungku Timur).
Pelantikan: 30 September 2024, bersama Ketua DPRD Herdianto Marzuki (Nasdem) dan Wakil Ketua I Ihwan Mohammad Thaiyeb (Gerindra).
- Fokus dan Perjuangan
Lingkungan: Aktif menangani masalah sampah di Bahodopi dan Bungku Tengah; mendorong masyarakat memilah sampah dari rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sultanah-Hadie-Wakil-Ketua-DPRD-Morowali_1.jpg)