Mercusuar Hadirkan EP 'Tarian Terakhir', Jadi Titik Balik Perjalanan Karier Musik
Semua lagu di EP ini dikurasi secara khusus untuk menampilkan ciri khas Mercusuar, dengan pendekatan pop bernuansa vintage tahun 70-an dan 90-an.
Penulis:
Bayu Indra Permana
Editor:
Willem Jonata
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Grup musik Mercusuar kembali hadir lewat perilisan EP terbaru bertajuk 'Tarian Terakhir'.
Dirilis bersama Didi Music Records, karya ini menjadi titik balik yang penting bagi band ini setelah sebelumnya sempat berencana untuk berhenti bermusik di tahun 2025.
EP ini berisi lima lagu yang menghadirkan Don Duru sebagai kolaborator.
Semua lagu dikurasi secara khusus untuk menampilkan ciri khas Mercusuar, dengan pendekatan pop bernuansa vintage tahun 70-an dan 90-an.
Baca juga: Adrian Khalif dan Dipha Barus Rilis Single Kualat, Hadirkan Luka Cinta Berirama Groove
Gitaris dan pianis Dani Irjayana menjelaskan bahwa benang merah dari EP ini adalah musik pop dengan sentuhan vintage, dibalut dengan lirik bergaya metafora yang kuat.
Lamlam sebagai vokalis mengatakan bahwa Mercusuar ingin menciptakan musik dan lirik yang bisa dinikmati lintas usia.
“Kami ingin membuat musik dan lirik yang tidak terdengar kekanak-kanakan di mata orang dewasa, tapi juga tidak tabu didengar anak-anak,” kata Lamlam di kawasan Kemang Jakarta Selatan, Selasa (15/7/2025).
Alih-alih menjadi penutup, 'Tarian Terakhir' justru menjadi awal baru bagi Mercusuar. Lamlam sebagai menyampaikan bahwa awalnya mereka sudah tidak berniat melanjutkan, namun dukungan yang datang mengubah keputusan itu.
“Namun karena dukungan dari Didi Music, sepertinya kami akan menari kembali di album-album berikutnya,” ujar Lamlam.
Uniknya, Mercusuar sempat mengalami musibah besar ketika seluruh data lagu yang telah direkam hilang.
Karena ada target rilis dari pihak label, mereka memutuskan untuk merekam ulang seluruh materi dalam waktu 10 hari.
“Kami kehilangan semua data yang ada. Karena ada target dari Didi Music, maka kami rekam ulang materi-materi album ini selama 10 hari,” ungkap Lamlam.
Lewat 'Tarian Terakhir' band Mercusuar menunjukkan bahwa kehilangan bukanlah akhir.
Justru dari keterbatasan, mereka lahir kembali dengan semangat yang lebih besar. Ini bukan tarian terakhir mereka, tapi langkah awal menuju perjalanan musik yang lebih luas dan matang.
AKSI dan VISI Kompak Dorong Revisi UU Hak Cipta, Bahas Aturan Perizinan Lagu |
![]() |
---|
Ariel NOAH Berharap Ada Kejelasan soal Tata Kelola Royalti: Kasihan Penyanyi jadi Takut |
![]() |
---|
Checklist Barang yang Dibawa Saat Konser: Jangan Salah Membawa |
![]() |
---|
Keras ke WAMI dan LMK, Tompi Tegaskan Kritiknya untuk Lembaga Bukan Personal |
![]() |
---|
DPR: Polemik Royalti Lagu Diselesaikan Lewat Transparansi dan Revisi UU Hak Cipta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.