Senin, 1 September 2025

Mercusuar Hadirkan EP 'Tarian Terakhir', Jadi Titik Balik Perjalanan Karier Musik

Semua lagu di EP ini dikurasi secara khusus untuk menampilkan ciri khas Mercusuar, dengan pendekatan pop bernuansa vintage tahun 70-an dan 90-an.

Instagram
BAND MERCUSUAR - Lewat mini album 'Tarian Terakhir' band Mercusuar kembali bermusik dan hadir dengan semangat yang baru. Selasa (15/7/2025). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Grup musik Mercusuar kembali hadir lewat perilisan EP terbaru bertajuk 'Tarian Terakhir'. 

Dirilis bersama Didi Music Records, karya ini menjadi titik balik yang penting bagi band ini setelah sebelumnya sempat berencana untuk berhenti bermusik di tahun 2025.

EP ini berisi lima lagu yang menghadirkan Don Duru sebagai kolaborator.

Semua lagu dikurasi secara khusus untuk menampilkan ciri khas Mercusuar, dengan pendekatan pop bernuansa vintage tahun 70-an dan 90-an.

Baca juga: Adrian Khalif dan Dipha Barus Rilis Single Kualat, Hadirkan Luka Cinta Berirama Groove

Gitaris dan pianis Dani Irjayana menjelaskan bahwa benang merah dari EP ini adalah musik pop dengan sentuhan vintage, dibalut dengan lirik bergaya metafora yang kuat. 

Lamlam sebagai vokalis mengatakan bahwa Mercusuar ingin menciptakan musik dan lirik yang bisa dinikmati lintas usia. 

“Kami ingin membuat musik dan lirik yang tidak terdengar kekanak-kanakan di mata orang dewasa, tapi juga tidak tabu didengar anak-anak,” kata Lamlam di kawasan Kemang Jakarta Selatan, Selasa (15/7/2025).

Alih-alih menjadi penutup, 'Tarian Terakhir' justru menjadi awal baru bagi Mercusuar. Lamlam sebagai menyampaikan bahwa awalnya mereka sudah tidak berniat melanjutkan, namun dukungan yang datang mengubah keputusan itu. 

“Namun karena dukungan dari Didi Music, sepertinya kami akan menari kembali di album-album berikutnya,” ujar Lamlam.

Uniknya, Mercusuar sempat mengalami musibah besar ketika seluruh data lagu yang telah direkam hilang. 

Karena ada target rilis dari pihak label, mereka memutuskan untuk merekam ulang seluruh materi dalam waktu 10 hari. 

“Kami kehilangan semua data yang ada. Karena ada target dari Didi Music, maka kami rekam ulang materi-materi album ini selama 10 hari,” ungkap Lamlam.

Lewat 'Tarian Terakhir' band Mercusuar menunjukkan bahwa kehilangan bukanlah akhir. 

Justru dari keterbatasan, mereka lahir kembali dengan semangat yang lebih besar. Ini bukan tarian terakhir mereka, tapi langkah awal menuju perjalanan musik yang lebih luas dan matang.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan