IDAI Ingatkan Orangtua: Suplemen Bukan 'Tameng Utama' Anak Hadapi Cuaca Ekstrem El Nino
Vitamin dan mineral memang penting, tapi tak cukup bila digunakan tanpa perlindungan kesehatan lainnya untuk mendukung daya tahan tubuh anak.
Ringkasan Berita:
- Suplemen vitamin dan mineral memang penting, tapi tidak cukup bila digunakan sendirian tanpa perlindungan kesehatan lainnya
- Tubuh anak memiliki sistem imun yang bekerja seperti pasukan tentara untuk melawan infeksi. Agar bisa bekerja optimal, sistem imun membutuhkan banyak faktor pendukung
- Sistem pertahanan tubuh tidak bisa bekerja baik bila anak kekurangan gizi, kurang vitamin, atau belum mendapat imunisasi lengkap
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak orangtua mulai rutin memberikan vitamin, zinc hingga suplemen tambahan pada anak saat cuaca panas dan musim kemarau semakin ekstrem.
Harapannya sederhana, agar daya tahan tubuh anak tetap kuat dan tidak mudah sakit.
Namun suplemen ternyata bukan “tameng utama” untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang meningkat saat El Nino.
Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A, Subsp.Respi(K) mengatakan vitamin dan mineral memang penting, tapi tidak cukup bila digunakan sendirian tanpa perlindungan kesehatan lainnya.
Menurutnya, tubuh anak memiliki sistem imun yang bekerja seperti pasukan tentara untuk melawan infeksi.
Agar bisa bekerja optimal, sistem imun membutuhkan banyak faktor pendukung.
Baca juga: Bun, Musim Pancaroba Tiba! Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Anak dengan 5 Langkah Ini
“Zinc, berbagai mineral tadi seperti zinc, kemudian vitamin-vitamin vitamin D, vitamin C itu adalah perlengkapan dari tentara kita untuk bertempur melawan kuman. Jadi diperlukan. Namun selain itu juga perlu jangan lupa tadi sudah disebutkan adalah imunisasi,” ujar dr Budi pada media briefing virtual, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan infeksi terjadi ketika kuman masuk dan berkembang biak di dalam tubuh.
Saat itulah tubuh akan bereaksi melawan ancaman tersebut melalui sistem imun.
Namun sistem pertahanan tubuh tidak bisa bekerja baik bila anak kekurangan gizi, kurang vitamin, atau belum mendapat imunisasi lengkap.
Suplemen Diibaratkan Logistik Tentara Tubuh
Dalam penjelasannya, dr. Darmawan mengibaratkan sistem imun sebagai tentara yang harus dilengkapi perlengkapan dan logistik agar mampu bertempur.
Vitamin dan mineral seperti zinc, vitamin C serta vitamin D disebut sebagai “bekal perang” bagi tubuh untuk menghadapi infeksi.
Namun tentara yang kuat saja belum cukup. Tubuh juga perlu latihan khusus agar mampu mengenali kuman berbahaya lebih cepat. Di sinilah imunisasi memiliki peran penting.
“Imunisasi itu merangsang si tentaranya untuk bisa menghadapi kuman-kuman tertentu yang berbahaya jadi dengan imunisasi tentara kita diberikan training khusus,” jelasnya.
Menurut dr. Budi, vaksin membantu tubuh mengenali virus atau bakteri tertentu sehingga saat terpapar, sistem imun bisa merespons lebih cepat dan efektif.
Ia mencontohkan vaksin influenza yang melatih tubuh mengenali dan menghancurkan virus influenza sebelum menyebabkan sakit berat.
IDAI menilai banyak masyarakat masih menganggap El Nino hanya identik dengan udara panas. Padahal dampaknya jauh lebih luas terhadap kesehatan anak.
Musim kemarau panjang dapat memicu kekeringan, gangguan kualitas udara, hingga meningkatkan risiko penyebaran penyakit infeksi.
Dalam kondisi seperti ini, anak menjadi kelompok paling rentan karena sistem imunnya belum sekuat orang dewasa.
Karena itu, perlindungan kesehatan anak tidak cukup hanya mengandalkan satu cara.
Selain suplemen dan imunisasi, anak juga perlu asupan gizi yang baik agar daya tahan tubuh tetap optimal.
Dr Budi menegaskan sistem imun yang baik dibentuk dari kombinasi banyak faktor yang saling mendukung.
Mulai dari nutrisi, hidrasi, kebersihan lingkungan, imunisasi hingga pola hidup sehat sehari-hari.
“Itu adalah logistik tentara kita untuk bisa berperang dengan baik, melawan berbagai kuman yang masuk ke tubuh kita jadi penting untuk dilakukan pemberian suplemen vitamin dan mineral tadi, tapi juga tidak cukup itu, itu perlu tentara yang kuat juga perlu gisi yang baik,” katanya.
Perubahan cuaca ekstrem selama El Nino disebut dapat meningkatkan berbagai penyakit pada anak, mulai dari ISPA, diare hingga infeksi lainnya.
Karena itu orangtua diminta tidak hanya fokus membeli vitamin, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dasar anak sehari-hari.
Kecukupan makan, minum, istirahat dan imunisasi dinilai jauh lebih penting untuk membangun daya tahan tubuh jangka panjang.
IDAI juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada klaim suplemen yang dianggap bisa sepenuhnya mencegah anak sakit.
Menurut dokter, suplemen hanya salah satu bagian kecil dari perlindungan kesehatan anak.
Tanpa pola hidup sehat dan perlindungan menyeluruh, anak tetap bisa jatuh sakit meski rutin mengonsumsi vitamin setiap hari.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/eks-taman-remaja-surabaya-trs-dimanfaatkan-anak-anak-bermain_20240819_210615.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.