Sabtu, 9 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Negeri Ber-Lubang

Fenomena "gali lubang tutup lubang" dari utang pribadi hingga negara, mencerminkan budaya finansial yang rentan dan butuh solusi bijak.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Glery Lazuardi
Dok Pribadi
Andi Muhammad Jufri, Tenaga Ahli Wamen KPPPA /Tim Pemberdayaan Kegiatan Sinergisitas Antar KL- BNPT Tahun 2017-2024. 

Paylater membuat mudah gali lubang utang, namun risiko menutupnya juga besar. Ada jatuh tempo, denda dan bunga. Bila tak berhati-hati, bisa terjebak juga dalam lingkaran utang 

Sementara pinjaman online, dengan basis teknologi, mampu mempertemukan peminjam dan pemberi pinjaman. Dengan persyaratan yang mudah dan proses cepat, para penggali lubang utang dapat memenuhi kebutuhan mendesak, biaya konsumtif, atau pembelian barang dan jasa secara cepat.  Resiko keterlambatan menutup lubang juga ada. Bunga dan denda menunggu. Apalagi, aplikasi pinjaman online (pinjol) kini banyak ilegal yang rawan menjebak para penggali lubang utang

Di tengah maraknya " Gali lubang tutup lubang. Tetap saja ada lubang. Lubangnya tak pernah hilang. Pinjam uang bayar utang. Sana lunas sini utang" di tengah masyarakat. Negeri kita juga melakukan pola yang sama "gali lubang tutup lubang". Berdarkan data terbaru, gali lubang utang pemerintah pusat per Kuartal I 2025 mencapai Rp9,1 kuadriliun, sedangkan gali lubang utang luar negeri Indonesia per Mei 2025 adalah US$435,6 miliar (sekitar Rp7.074 triliun) (Databoks). 

Pada tahun  2025 beban lubang gali utang jatuh tempo dan pembayaran menutup lubang bunga utang masing-masing Rp 800,3 dan 552,1 triliun. Berdasarkan hitungan Indef, total Pada tahun 2026, kewajiban tutup lubang  utang diperkirakan mencapai Rp 1.433 triliun, yang terdiri dari utang jatuh tempo sebesar Rp 833,9 triliun dan bunga utang Rp 599,4 triliun (Data Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, 2025)  

Dalam dokumen Buku II Nota Keuangan Beserta RAPBN 2026, Pemerintah Indonesia telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 599,44 triliun untuk menutup lubang dengan membayar bunga utang negara di 2026 (detikFinance,Senin 18/8/2025). 

Pada tahun 2026, selain menutup lubang bunga utang negara, Presiden Prabowo Subianto berencana menggali lubang lagi dengan menarik utang baru sebesar Rp 781,87 triliun. Rancangan penarikan utang itu tertuang dalam dokumen Buku II Nota Keuangan Beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, melalui penerbitan SBN dan penarikan pinjaman, (detikFinance, Senin,18/8/2025). 

Sebagai negeri yang berkembang dan memiliki jumlah penduduk ke-4 yang terbesar di dunia, pendekatan gaya "gali lubang tutup lubang"  dilakukan pemerintah dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia secara jangka panjang. Tujuan produktif ini perlu  pengelolaan keuangan negara secara pofesional. Kita tidak ingin, keuangan negara menjadi bancakan bagi mereka yang ego dan membangun budaya konsumtif. Sehingga negeri terperosok pada jurang lubang utang yang menganga dan membesar,  karena prilaku kolusi, korupsi dan nepotisme para pejabatnya. 

Sementara bagi masyarakat, tujuan menggali lubang utang ada 2 hal. Pertama, ber'utang untuk kegiatan produktif, namun penghasilannya tidak cukup bayar utang, maka ber-utang lagi untuk menutupi utang pertama dan juga untuk bertahan hidup. Bagi para penggali lubang untuk kegiatan produktif, kita perlu terus memberikan support dan dukungan dan tidak lelah berusaha. 

Kedua, ber-utang  untuk memenuhi gaya hidup konsumtif dan dorongan hidup mewah. Mungkin dorongan ini yang menimpa banyak generasi Z dan millennial. Berdasarkan Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (Agustus.2024), bahwa hingga Agustus 2024,  tercatat outstanding pinjaman online mencapai Rp72,03 triliun atau meningkat 3,8?ri Juli 2024 Rp69,39 triliun. Dan melonjak 35,62?ri Agustus 2023 Rp53,12 triliun. 

Dari total outstanding tersebut, Rp66,06 triliun berasal dari pinjaman perorangan atau sekitar 91,71%, dan sisanya 8,29% atau sebesar Rp5,97 triliun dari pinjaman badan usaha. Dari total outstanding pinjaman perseorangan, kaum gen z dan millennial mendominasi jumlah pinjaman yang belum terbayarkan alias macet. Banyak faktor, generasi Z dan millennial terjerat pinjol, mulai dari kebutuhan bayar pendidikan, melek teknologi digital, dan pengaruh judi online. 

"Gali-gali-gali-gali-gali lubang" juga menimpa banyak pengemudi online dan pekerja usia muda. Pinjol yang berkedok penyelamat, bermunculan secara ilegal, bergaya rentenir ala online. Para penggali lubang utang merasa dirugikan, dan kini mereka melawan dengan munculnya komunitas sengaja gagal bayar (galbay). Mereka merasa dirugikan dengan penumpukan utang dari bunga dan denda yang tak berhenti. 

"Gali-gali-gali-gali-gali lubang utang" telah berdampak buruk bagi kehidupan sosial masyarakat. Tekanan ekonomi akibat utang membuat kehidupan keluarga tidak harmonis, persahabatan renggan, dan kesehatan terganggu. Tidak sedikit masyarakat kita, masuk pada jalan berlubang lainnya yang ilegal seperti berjudi, merampok, narkoba dan lain-lain, yang membuat semakin jatuh ke dalam lubang ketidakpastian hidup. 

Memang pesan Bang Rhoma Irama perlu terus dicamkan "walau makan sederhana
(makan nasi sambal lalap), walau baju sederhana (asal menutup aurat), walau serba sederhana, asal sehat jiwa raga. Dan juga hutang tak punya...Itulah orang yang kaya (hi-hu...) " 

Bang Rhoma Irama juga menyampaikan "walau gajinya pas-pasan (enggak lebih engga kurang). Walau hidupnya pas-pasan (asal7 cukup kebutuhan), walaupun serba pas-pasan, hidup 'kan merasa terang, asal tak dikejar utang...enak tidur enak makan (hi-hu...)" .  

Pesan pentingnya budaya hidup hemat dan sederhana dari Bang Rhoma Irama di atas,  perlu menjadi "gaya" yang mengindahkan hidup kita semua. 

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved