Sabtu, 9 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Konflik Palestina Vs Israel

Mengatasi 'Jalur Gaza' di Metropolitan

Prabowo di PBB serukan perdamaian abadi Palestina–Israel, menolak kebencian dan prasangka, akhiri konflik 77 tahun di Gaza.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Dok Pribadi
Andi Muhammad Jufri, Tenaga Ahli Wamen KPPPA /Tim Pemberdayaan Kegiatan Sinergisitas Antar KL- BNPT Tahun 2017-2024. 

Presiden Prabowo dalam Pidatonya di PBB menyampaikan bahwa "Kita hidup pada masa ketika kebencian dan kekerasan seolah menjadi suara yang paling nyaring. Namun, di balik hiruk-pikuk itu, terdapat kebenaran yang lebih sunyi: setiap manusia merindukan rasa aman, ingin dihormati, ingin dicintai, dan ingin mewariskan dunia yang lebih baik bagi anak-anak mereka "

Presiden Prabowo telah meminta kepada dunia dan kita semua agar tidak diam, dan harus sekarang bertindak atas jeritan korban "jalur gaza". Perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan bukanlah hak istimewa segelintir pihak, melainkan hak seluruh umat manusia. Mereka berhak mendapatkan hidup dalam keadilan yang layak. 

Pesan di atas, inspirasi bagi kita semua untuk menangani "Jalur Gaza" di Metropolitan negeri kita.  Kita mengapresiasi pihak kepolisian, bersama bersama TNI, Satpol PP, dan Tokoh masyarakat di masing -masing lokasi "Jalur Gaza", secara pro aktif dan responsif, melerai mereka yang bertikai ketika tawuran. Melakukan patroli dan mendirikan pos pengamanan di titik lokasi rawan di Jalur Gaza tersebut. Kemudian, menegakkan hukum bagi para aktor tawuran yang melanggar hukum. 

Kita juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, yang terus membina masyarakat, tidak pernah lelah menghimbau mereka yang sering bertikai.  Melakukan mediasi damai dan juga membuat kesepakatan membangun perdamaian pada setiap setelah tawuran. 

Pendekatan hukum dan keamanan yang telah dilakukan aparat keamanan di atas, serta pendekatan kepemimpinan yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, setidaknya dapat mencegah tawuran agar tidak terus berlangsung lama. Kemudian juga, secara bertahap para pemangku kepentingan dapat bekerjasama menangani "Jalur Gaza" lebih baik lagi. 

Untuk melengkapi kedua pendekatan di atas, perlu dikembangkan pendekatan hubungan (relationship approach)  antar personal dan antar kelompok yang selama ini terlibat tawuran.  

Seringkali komitmen para tokoh masyarakat untuk membangun perdamaian telah dilakukan, namun karena anggota kelompok tidak mengikuti apa kata pemimpin formal dan informal di wilayah mereka, maka tawuran dapat saja terus terjadi. 

Kita mengetahui bahwa di era kekinian, pendekatan kepemimpinan tidak bisa hanya menunjuk atau menyuruh (mobilisasi) karena kita tidak lagi menganut sistem patriarki.  Kita saat ini,  menganut sistem demokrasi, dimana pemimpin dituntut melayani masyarakat. Kesadaran akan hal ini, membuat masyarakat juga tidak mudah percaya kepada pemimpin.  Pada konteks inilah. Pendekatan hubungan antar personal dan kelompok perlu dilakukan dalam upaya transformasi tawuran menjadi damai. 

Transformasi tawuran menjadi damai diawali dari transformasi individu, transformasi kelompok dan transformasi hubungan antar individu dan kelompok. Pada ketiga proses tahapan transformasi tersebut, ada 3 hal yang ditransformasi : (1) Transformasi cara berpikir, yaitu mengubah cara pandang berbangga menjadi "jagoan" menjadi "malu melakukan kekerasan", (2) Tranformasi  Emphaty, yaitu menggugah perasaan dengan membayangkan derita korban kekerasan, dan (3)  Transformasi Prilaku, yaitu mengubah prilaku dengan menyalurkan energi pada kegiatan positif. 

Proses membangun perdamaian di "Jalur Gaza" ini, dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : 

1. Melakukan pemetaan aktor individu dan kelompok di kedua belah pihak yang terlibat tawuran. Pada setiap tawuran ada individu atau kelompok yang menjadi pelopor atau penggerak massa. Di antara mereka ada yang segani atau "dituakan" dan menjadi "leader". Sementara, ada juga kelompok (geng)  yang dominan menjadi pemicu tawuran. Pada pemetaan ini, diharapkan nama dan alamat aktor individu dan kelompok didapatkan.

2. Melakukan pendalaman dan pendekatan kepada Aktor individu dan Kelompok yang telah terpetakan di kedua pihak yang bertikai dalam tawuran

Pendalaman terkait informasi latar aktor baik individu maupun kelompok sangat penting agar dapat menentukan strategi pendekatan transformasi. Informasi terkait kegiatan sehari -hari aktor dan kelompok,  waktu ada di rumah bisa ditemui, tempat nongkrong dan waktu nongkrong,  hobby aktor dan hobby anggota kelompok, dan lain-lain perlu dikumpulkan. Data tersebut menentukan langkah dalam proses transformasi. 

Pendekatan ke aktor perlu dilakukan secara bertahap. Dapat melalui pihak ketiga seperti ketua RT, Ketua RW atau tokoh masyarakat lainnya. Pendekatan ini penting untuk meraih kepercayaan "trust" kepada aktor dan kelompok yang bertikai. Bisa juga secara langsung dengan gaya yang diyakini dapat diterima oleh mereka, para aktor dan kelompok. 

3. Melakukaan aksi sebagai "entry point" (titik masuk)  bangun "trust" kepercayaan

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved