Sabtu, 9 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Konflik Palestina Vs Israel

Mengatasi 'Jalur Gaza' di Metropolitan

Prabowo di PBB serukan perdamaian abadi Palestina–Israel, menolak kebencian dan prasangka, akhiri konflik 77 tahun di Gaza.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Dok Pribadi
Andi Muhammad Jufri, Tenaga Ahli Wamen KPPPA /Tim Pemberdayaan Kegiatan Sinergisitas Antar KL- BNPT Tahun 2017-2024. 

Dalam proses pendalaman dan pendekatan, kita berharap dapat menemukan bentuk atau jenis aksi awal yang dapat menjadi  "entry point" (titik masuk) di "Jalur Gaza". Aksi awal ini berbasis yang mudah dilakukan, menyenangkan dilaksanakan, melibatkan aktor dan anggota kelompok di lokasi kedua belah pihak yang bertikai. Aksi ini bisa berhubungan dengan penataan secara fisik tempat nongkrong atau tempat kegiatan atau apa saja yang menjadi kebutuhan prioritas yang ditemukan dan diinformasikan oleh aktor atau kelompok yang bertikai. 

Pada aksi awal ini hendaknya dilaksanakan secara gotong royong. Dukungan nasi ikan asing dan sayur lodeh, kopi, teh manis dan pisang goreng atau jenis minuman dan makanan lainnya, dapat menjadi kegembiraan bagi mereka para aktor dan anggota kelompok. Kebersamaan dalam hal positif ini, akan membantu membuka "mindset" mereka. 

Keberhasilan melakukan aksi, akan menjadi pondasi bangun kepercayaan lebih lanjut. Kepercayaan, modal awal melakukan transformasi hubungan ke arah perdamaian. 

4. Mendukung dan Memfasilitasi Kegiatan Aktor dan Anggota Kelompok serta Kelompoknya 

Setiap aktor dan anggota kelompok, ada kegiatan utama yang sering dilakukan. Dukungan dan fasilitasi sarana dan prasarana terkait kegiatan mereka, akan menumbuhkan harapan bagi mereka. Bila hobinya bermusik, dan membutuhkan alat musik, maka fasilitasi. Bila hobi berolahraga, fasilitasi sarana olahraga. Bila hobi kuliner ngopi, bantu sarana dan latih mereka kuliner. Bila hobi pelihara ikan, ternak, berkebun, fasilitasi sarana dan latih mereka budidaya ikan, beternak dan berkebun. Bila mereka hobi sablon, podcast, youtube, fotografi, dan lain-lain, segera fasilitasi sarana dan latih.  

Berbagai dukungan dan fasilitasi sarana dan pelatihan, adalah bukti keseriusan kita melakukan transformasi. Pada seluruh proses dukungan dan fasilitasi, betul-betul dilakukan secara partisipatif dan usulan mereka. Ketika sarana ingin dibeli, ikutkan mereka, aktor, anggota atau perwakilan kelompok langsung ke toko atau supermarket penjual. Keikutsertaan langsung memilih dan membeli kebutuhan  kepada siapapun yang dibantu akan meningkatkan kepercayaan "trust" mereka kepada tim yang sedang membangun perdamaian. 

5. Melaksanakan Workshop Membangun Budaya Damai

Proses 1-4 diharapkan sudah dapat merangkul aktor dan anggota kelompok yang biasa terlibat tawuran. Mereka yang sudah bisa diajak berdiskusi dan sudah ada semangat membangun wilayahnya dengan damai, maka diharapkan menjadi peserta workshop membangun budaya damai. Workshop ini diharapkan dapat membangun kesadaran kritis peserta begitu pentingnya hidup damai dan betapa ruginya berada dalam suasana konflik. Bentuk workshop dibuat senyaman mungkin, menggunakan sistem belajar aktif, dan memperhatikan kondisi calon peserta. 

Metode "cooperative and active learning" diterapkan dalam workshop. Peserta diajak berpikir dan mengeluarkan gagasan terkait masa depannya dan juga masa depan wilayahnya. Pemutaran film atau video juga dilakukan untuk membangun emphaty. Para peserta juga diajak merancang rencana yang akan dilakukan untuk masa depannya dan juga masa depan wilayahnya. 

Proses tahapan  1-5 di atas, merupakan kegiatan transformasi yang dilakukan ke masing - masing pihak yang bertikai dan dilakukan secara paralel. 

6. Melaksanakan Workshop Membangun Budaya Damai Lintas Kelompok/Wilayah

Dengan asumsi proses tahapan 1-5 berjalan lancar di masing-masing pihak yang bertikai dalam tawuran, maka selanjutnya, pada tahapan 6, dapat dimulai membangun hubungan antar group berbeda wilayah (antara pihak yang berkonflik). Pelaksanan kegiatan ini harus betul-betul dirancang dengan baik dan tidak perlu digembor-gemborkan di media. Pemilihan peserta harus berdasar dari hasil transformasi tahap 1-5 di atas. Peserta juga tidak mesti banyak. Cukup 25-30 orang. Mereka yang terpilih diharapkan menjadi "champion" pembangun perdamaian di wilayah "Jalur Gaza". 

Pada workshop ini, metode yang digunakan juga  "cooperative and active learning". Diskusi, pemutaran video dan film juga dilakukan. Kemudian peserta juga mulai diajak memikirkan dan merancang aksi bersama di kawasan "Jalur Gaza".  

Untuk pematangan kebersamaan dan komitmen bekerja bersama, dilakukan kegiatan "outbound" (kegiatan di luar ruangan atau alam terbuka) dengan metode pembelajaran "experiential learning" (belajar dari pengalaman). Tujuannya adalah melatih keterampilan soft skill seperti kerja sama tim, komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah melalui permainan dan tantangan yang menyenangkan dan mendalam. 

Deklarasi Tim lintas kelompok dan wilayah dengan struktur kerja yang informal berbasis hobby/ketrampilan dapat dilakukan pada tahap ini.

7. Pelaksanaan Rencana Aksi Bersama 

Dukungan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk lancarnya pelaksanaan rencana aksi bersama perlu dipastikan. Berbagai pihak perlu terlibat dan dikoordinasikan. Tentu saja,  peran  Pemerintah Daerah/Kota  menjadi sentral. Sekaligus juga, merangkul perguruan tinggi, lembaga masyarakat sipil dan swasta dalam mempastikan kegiatan ini berlangsung secara berkelanjutan.

Asistensi dan pendampingan serta pengorganisasian lanjutan memerlukan energi lebih. Perlu daya tahan menumbuhkan dan mengembangkan kebersamaan mereka yang terlibat. Keberhasilannya akan menularkan kepada teman-teman atau warga di kedua belah pihak.  Bila berhasil, ini pertanda titik cerah dan harapan kehidupan damai di " Jalur Gaza" metropolitan.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved