Tribunners / Citizen Journalism
Konflik Palestina Vs Israel
Mengatasi 'Jalur Gaza' di Metropolitan
Prabowo di PBB serukan perdamaian abadi Palestina–Israel, menolak kebencian dan prasangka, akhiri konflik 77 tahun di Gaza.
Andi Muhammad Jufri, M.Si
- Praktisi Pembangunan Sosial
Pendidikan :
- S1, Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas (1992-1998)
- S2, Manejeman Pembangunan Sosial, Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia (2004 -2006)
Bekerja :
- Community Development Specialis di Yayasan Nurani Dunia (2006 -2014)
- Tim Pembangunan Sosial Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di DKI Jakarta (2014-2016)
- Tim Leader Pemberdayaan Kegiatan Sinergisitas Antar Kementerian/Lembaga Program Penanggulangan Terorisme, BNPT (2017 -2024)
- Tenaga Ahli Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, KPPPA (2025 - sekarang)
Domisili :
- Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang,Banten.
TRIBUNNEWS.COM - Pidato Presiden Prabowo di depan sidang PBB (23 September 2025), menegaskan pentingnya perdamaian sejati, perdamaian tanpa kebencian, perdamaian tanpa prasangka, kepada kedua negara, Palestina dan Israel, yang telah bertikai selama 77 tahun (1948 -sekarang). Lokasi pertikaian dan perang kedua negara berada di Jalur Gaza.
Jalur Gaza adalah sebuah kawasan yang terletak di pantai timur Laut Tengah, bagian dari wilayah Negara Palestina, berbatasan dengan Mesir di sebelah barat daya dan Israel di sebelah timur dan utara. Namun, jauh sebelum huru-hara antara Israel dan Palestina, Jalur Gaza punya sejarah panjang. Kawasan ini beberapa kali dikepung dan diduduki oleh beragam pihak sejak 4.000 tahun lampau, dari
Mesir Kuno – ratusan tahun sebelum Masehi – hingga jatuh ke tangan Kesultanan Ottoman pada abad ke-16. Kawasan itu juga pernah ditaklukkan Alexander Agung, Kekaisaran Romawi, serta Jenderal Muslim, Amr ibn al-As, hingga Inggris.
Semoga pesan Presiden Prabowo mendukung Palestina Merdeka, sekaligus mengakui dan menjamin keselamatan serta keamanan Israel betul-betul dapat menjadi solusi dua keturunan Abraham (Palestina & Israel) hidup dalam rekonsiliasi, perdamaian, dan harmoni sebagai satu keluarga manusia.
Jalur Gaza sangat melekat diingatan memori rakyat Indonesia sebagai zona pertempuran Israel vs Palestina. Ingatan ini, bagi sebagian masyarakat, sering diplesetkan menjadi nama tempat atau lokasi rawan gangguan keamanan, rawan premanisme dan rawan tawuran.
Di Kota Semarang, misalnya, terdapat Jembatan yang dikenal sebagai Jembatan Jalur Gaza. Ketua Tim Elang Polsek Semarang Utara, Agus Supriyanto menyampaikan bahwa Jembatan Jalur Gaza sudah familiar dikenal karena tempat tersebut banyak terjadi tawuran remaja kampung, bahkan setiap malam antar remaja Kuningan dan Bandarharjo (Esposin, Semarang, 12 Juni 2024). Menurut Narto (warga RT 002 RW 005 Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara) bahwa Jembatan Boom Lama, yang dikenal sebagai Jalur Gaza ini adalah tempat favorit untuk tawuran antar kampung di Semarang Utara seperti Barutikung, Perbalan, Kuningan, Panggung, dan Tanjung Mas (warta.tirtoberita.com, 13 Juni 2024).
Pada saat, Presiden Prabowo Subianto, bertolak ke New York, Amerika Serikat untuk menghadiri Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, (Jumat malam, 19 September 2025), suasana dini hari di Jembatan "Jalur Gaza" mencekam. Puluhan remaja dari dua kubu bentrok dan jembatan Boom Lama yang dikenal sebagai Jalur Gaza kembali menjadi arena pertarungan sengit (joglosemar.news.com, 20 September 2025).
Ketika Presiden Prabowo berpidato berapi-api di PBB terkait kedamaian di bumi Gaza, di saat yang sama, Kandea, wilayah Tallo (jalur gazanya) metropolitan Makassar terbakar. Ada 6 rumah terbakar. Ada warga terkenah panah di mata dan punggung saat melintasi jalan. Semua itu terjadi karena warganya saling melempar bom molotov, petasan dan panah busur.
Peristiwa tawuran di Kandea ini, telah berlangsung selama 36 tahun (1989 -2025). Warga yang tawuran berasal dari Lorong Lembo, Tinumbu Lorong 148, Kandea, Bunga Ejaya Beru dan Kampung Layang. Mereka berada dalam satu lingkungan kelurahan yang sama.
Sehari setelah Presiden Prabowo pidato di PBB, Jalur Gaza Bekasi, tepatnya di Jalan Raya Urip Sumoharjo Cikarang Utara, mencekam, setelah tawuran pelajar pecah hingga menewaskan dua orang dan melukai empat lainnya (Rabu malam, 24/9/2025). Bagi warga setempat, jalur ini bukan sekadar jalan raya. Mereka menyebutnya sebagai “Jalur Gaza”-nya Cikarang Utara, tempat di mana ketegangan, bentrokan, dan rasa waswas seolah tak pernah padam. Tawuran terjadi antar pelajar, antar gangster serta antar suporter Persija dan Persib (pilarind.id,25/9/2025).
Peristiwa tawuran antar kampung yang turun menurun sehingga dikenal sebagai kawasan Jalur Gaza, juga terjadi di kota metropolitan Sumatera, Kota Medan. Tawuran sering terjadi antar warga Lingkungan 11, Kelurahan Belawan Bahari dengan warga Kampung Kurnia dan Kampung Kolam. Para peserta tawuran sering menggunakan senapan angin dan senjata tajam, dan tidak segan membakar rumah warga. Menurut warga, aksi tawuran di Medan Belawan tak bisa dicegah lagi dan sepertinya sudah menjadi ‘tradisi’ buruk. Sudah berkali-kali jabatan Kapolres Pelabuhan Belawan silih berganti namun tawuran antar warga selalu saja terjadi seolah-olah sudah menjadi tradisi (Waspada, 22 Agustus 2025)
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Andi-Muhammad-Jufri-sdf.jpg)