Tribunners / Citizen Journalism
Demokrasi Kita: Mimpi yang Belum Sempurna
2026 jadi tahun politik penuh tantangan: demokrasi terancam regresi, rakyat harus merebut kembali kedaulatan
Benny Sabdo
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi DKI Jakarta
Anggota Asosiasi Studi Sosio-Legal Indonesia Pengajar Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Adhyaksa
Peran dan Kiprah Jabatan
Anggota Bawaslu DKI Jakarta, sebelumnya juga pernah menjadi
Anggota Bawaslu Kota Jakarta Utara
Divisi Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, bertugas memastikan tahapan pemilu berjalan sesuai regulasi dan menangani pelanggaran pemilu.
Aktivitas
Aktif dalam pengawasan partisipatif dan penegakan hukum pemilu melalui Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu)
Tahun 2026 akan menjadi tahun politik yang penuh tantangan. Persoalan ekonomi, politik dan hukum akan semakin pelik.
Di penghujung tahun 2025, saya mengikuti diskusi di UNPAD bertajuk Quo Vadis Indonesia 2026.
Sebuah kehormatan, saya dapat duduk bersama para cendekiawan di bumi Parahyangan.
Diskusi yang digawangi Profesor Susi Dwi Harijanti ini menyuarakan kegelisahan tentang penegakan hukum yang jauh dari rasa keadilan, pemilu yang belum merefleksikan kedaulatan rakyat, otonomi daerah yang timpang dan kebebasan sipil yang terbelenggu.
Ide demokrasi sering kali dibayangkan sebagai sebuah garis linear yang terus bergerak maju menuju kesempurnaan.
Namun, realisme politik di Indonesia belakangan ini justru menunjukkan arah sebaliknya, yakni sebuah regresi.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/FOTO-BENNY-SABDO-27-OKT.jpg)