Tribunners / Citizen Journalism
Mengapa Kepala Daerah Paling Rentan Kena OTT?
Kepala daerah punya kewenangan besar, tapi lemahnya pengawasan membuat risiko korupsi tinggi, terbukti dari maraknya OTT KPK.
Operasi tangkap tangan menjadi salah satu instrumen penting dalam penegakan hukum. Namun, maraknya OTT terhadap kepala daerah juga menunjukkan bahwa pencegahan belum berjalan efektif.
Pola kasus yang berulang mengindikasikan adanya persoalan struktural dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Persoalan korupsi di daerah tidak dapat dilihat semata sebagai masalah individu. Penindakan yang hanya berfokus pada kepala daerah berisiko mengabaikan masalah sistemik.
Kombinasi kewenangan besar, biaya politik tinggi, lemahnya pengawasan, dan budaya birokrasi yang permisif menciptakan kondisi yang rawan penyimpangan. Perbaikan tata kelola pemerintahan daerah perlu diarahkan pada penguatan sistem.
Pembatasan diskresi kepala daerah harus disertai prosedur yang transparan dan mudah diawasi. Proses penganggaran dan perizinan perlu dibuka agar dapat dikontrol oleh publik. Penguatan fungsi pengawasan DPRD menjadi langkah penting.
Pengawasan tidak cukup dilakukan secara formal, tetapi harus menyentuh substansi kebijakan. Aparat pengawasan internal juga perlu diperkuat agar mampu menjalankan fungsi pengendalian secara profesional. Penindakan hukum tetap diperlukan sebagai bagian dari pemberantasan korupsi.
Namun, tanpa pembenahan sistem pemerintahan daerah, operasi tangkap tangan akan terus berulang. Pencegahan yang kuat diperlukan agar kewenangan kepala daerah digunakan untuk kepentingan publik dan tidak disalahgunakan.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-Gedung-KPK_20250131_133707.jpg)