Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Indonesia Harus Bersiap Hadapi 3 Krisis Sekaligus, Kata Ekonom Bisa Lebih Parah dari Gejolak 2008 

Timur Tengah bisa berubah menjadi ladang api tak terkendali dan diketahui saat kawasan itu terbakar, dunia ikut panas. 

|
RNTV/TangkapLayar
SERANGAN AMERIKA - Asap hitam mengepul dari lokasi di sebuah fasilitas pengayaan nuklir Iran setelah diserang pesawat tempur Amerika Serikat (AS), Minggu (22/6/2025) dini hari. Imbas serangan ini, membuat Iran berencana menutup Selat Hormuz. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Iran berencana menutup Selat Hormuz setelah Amerika Serikat (AS) menyerang tiga fasilitas nuklir di negara tersebut pada Minggu (22/6/2025).

Diketahui, Selat Hormuz yang terletak antara Iran dan Oman sangat strategis bagi jalur minyak, menghubungkan Teluk di Timur Tengah di utara dengan Teluk Oman di sebelah selatan dan Laut Arab di seberangnya.

SELAT HORMUZ - Tangkapan layar Google Maps, Minggu (15/6/2025) memperlihatkan Selat Hormuz (lingkaran merah), jalur air energi terpenting di dunia yang terletak di antara Oman dan Iran.
SELAT HORMUZ - Tangkapan layar Google Maps, Minggu (15/6/2025) memperlihatkan Selat Hormuz (lingkaran merah), jalur air energi terpenting di dunia yang terletak di antara Oman dan Iran. (Google Maps)

Selat tersebut hanya memiliki lebar 33 kilometer di titik tersempitnya, sedangkan jalur kapal hanya sekitar 3 km di kedua arah.

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta,  Achmad Nur Hidayat mengatakan, konflik bersenjata antara AS, Israel, dan Iran akan mengakibatkan lebih dari sekadar korban jiwa serta reruntuhan. 

Baca juga: Enam Pangkalan Militer AS yang Berpeluang Diserang Iran Kapan Saja, dari Bahrain Hingga UEA

Dampak paling langsung adalah melonjaknya harga minyak dunia, di mana Iran merupakan produsen minyak terbesar keempat OPEC dan penjaga jalur kritis yakni Selat Hormuz. 

"Sekitar 20 persen suplai minyak global melewati selat ini," ucap Achmad kepada Tribunnews, Senin (23/6/2025). 

Ia menyampaikan, sejak kabar serangan udara dikonfirmasi, pasar berjangka minyak mentah melonjak tajam. 

Dalam waktu singkat, harga minyak menyentuh 80 dolar AS per barel dari sebelumnya menyentuh 78 dolar AS per barel. Diprediksi dalam 1 minggu ke depan bila ketegangan berlanjut bisa mencapai 110 USD/barel

Bahkan, kata Achmad, jika Iran benar-benar memblokir Selat Hormuz, harga bisa menembus 150–170 dolar AS per barel. 

"Efek domino dari ini sangat luas, inflasi global, biaya logistik yang membengkak, tekanan fiskal bagi negara berkembang, dan tentu saja, ancaman resesi. Negara-negara pengimpor energi seperti Indonesia akan sangat terpukul," papar Achmad.

SERANG SITUS NUKLIR - Amerika Serikat, melalui pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (21/6/2025), mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah menyelesaikan “serangan yang sangat berhasil” terhadap situs nuklir di Iran. Seperti situs nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Trump mengklaim militer Amerika serang Iran dan berhasil menargetkan tiga situs nuklir di Iran tersebut. WARTA KOTA/GHALIH
SERANG SITUS NUKLIR - Amerika Serikat, melalui pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (21/6/2025), mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah menyelesaikan “serangan yang sangat berhasil” terhadap situs nuklir di Iran. Seperti situs nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Trump mengklaim militer Amerika serang Iran dan berhasil menargetkan tiga situs nuklir di Iran tersebut. WARTA KOTA/GHALIH (Warta Kota)

Krisis Lebih Besar dari 2008 Menghantui

Achmad menyampaikan, kawasan Timur Tengah akibat serangan Amerika akan memperluas lingkaran konflik. 

Ia melihat, Houthi di Yaman sudah memperingatkan akan menyerang kapal perang AS di Laut Merah. Hizbullah di Lebanon diprediksi akan meningkatkan serangan ke utara Israel

Milisi Syiah di Irak, Afghanistan, bahkan Suriah bisa bangkit dan melakukan serangan balasan.

"Dengan kata lain, kita tidak lagi bicara tentang perang bilateral, tapi potensi perang regional penuh," ucapnya.

Halaman
123
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan