Sabtu, 9 Mei 2026

Mata Uang Iran Jatuh, Bagaimana Dampaknya Terhadap Rupiah?

Total ekspor Indonesia ke Iran pada 2024 mencapai 206,2 juta dolar Amerika Serikat (AS) yang seluruhnya terdiri dari ekspor nonmigas.

Tayang:
Kontan/Carolus Agus Waluyo
NILAI TUKAR. - Jatuhnya mata uang Iran, rial, dinilai tidak memiliki dampak terhadap Rupiah karena perdagangan antara Iran dan Indonesia tergolong kecil 

Ringkasan Berita:
  • Rial kini anjlok ke titik terendah sepanjang sejarah. Saat ini, nilai tukar dolar AS telah mencapai sekitar 1,45 juta rial Iran
  • Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa hal tersebut tidak ada dampaknya kepada rupiah

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jatuhnya mata uang Iran, rial, dinilai tidak memiliki dampak terhadap Rupiah karena perdagangan antara Iran dan Indonesia tergolong kecil.

Rial kini anjlok ke titik terendah sepanjang sejarah. Saat ini, nilai tukar dolar AS telah mencapai sekitar 1,45 juta rial Iran. Setahun sebelumnya, nilainya masih berada di kisaran 820.000 rial.

Kondisi tersebut membuat upah bulanan rata-rata pekerja penuh waktu di Iran kini hanya setara dengan sedikit di atas 100 dolar AS (sekitar Rp 1,7 juta).

Biaya kebutuhan pokok pun dengan mudah menghabiskan seluruh penghasilan bulanan.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa hal tersebut tidak ada dampaknya kepada rupiah.

"Enggak [ada dampaknya] karena kecil kan neraca perdagangan Indonesia dengan Iran," katanya kepada Tribunnews, Rabu (14/1/2026).

Total ekspor Indonesia ke Iran pada 2024 mencapai 206,2 juta dolar Amerika Serikat (AS) yang seluruhnya terdiri dari ekspor nonmigas.

Produk ekspor utama Indonesia ke Iran meliputi kacang-kacangan, sepeda motor (termasuk moped) dan sepeda, produk kimia industri, kopi, dan minyak nabati.

Sementara itu, pada tahun tersebut nilai impor produk Iran yang masuk ke Indonesia tercatat sebesar 11,06 juta dolar (AS).

Produk Impor utama Iran ke Indonesia meliputi buah seperti kurma, reaktor nuklir, instrumen dan alat ukur termasuk alat diagnostik, serta buah dan buah bertempurung lembut.

Ibrahim sendiri memandang mata uang Iran jatuh karena kombinasi tekanan geopolitik dan kondisi domestik.

Ketegangan meningkat ketika Iran melakukan uji coba rudal jarak jauh, yang membuat Israel khawatir dan mendorong koordinasi dengan Amerika Serikat.

Baca juga: Rusia Kecam Campur Tangan dan Ancaman AS ke Iran, Ingatkan soal Konsekuensi Buruk

Kekhawatiran Israel sebenarnya bukan soal reaktor nuklir Iran, tetapi kemampuan rudal jarak menengah, yang disebut Ibrahim sulit dicegat seperti yang pernah terlihat dalam konflik Israel–Iran.

Kondisi geopolitik ini ikut menekan ekonomi Iran. Mata uang Iran melemah tajam dan memicu demonstrasi besar.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved