Stok BBM
Sempat Disinggung Bahlil, Ini Penjelasan Pertamina soal Stok BBM Aman antara 21-25 Hari
Begini penjelasan Pertamina soal stok BBM nasional aman untuk 21-25 hari setelah sempat disinggung oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Ringkasan Berita:
- Pertamina memberikan penjelasan terkait pernyataan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia yang menyebut stok BBM nasional tinggal 21-25 hari.
- Adapun yang dimaksud yakni stok atau pasokan operasional yang dikelola dalam sistem logistik energi nasional.
- Pertamina menegaskan stok BBM nasional akan terus dipenuhi mengikuti permintaan dari konsumen.
TRIBUNNEWS.COM - PT Pertamina Tbk menyampaikan penjelasan terkait stok bahan bakar minyak (BBM) yang aman dalam waktu 21 hari.
Adapun hal ini sempat disinggung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (4/3/2026).
Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa yang dimaksud yakni stok atau pasokan operasional yang dikelola dalam sistem logistik energi nasional.
Dia memastikan bahwa pasokan operasional yang dimaksud merupakan pasokan BBM yang disimpan dan sudah memenuhi kapasitas penimbunan secara nasional.
"Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional," kata Roberth dalam keterangan resminya, Jumat (6/3/2026).
Roberth mengatakan pasokan BBM yang disimpan tersebut siap untuk disalurkan ke masyarakat.
Ia mengungkapkan pasokan akan terus dipenuhi kembali dengan mengacu pada kebutuhan konsumsi energi masyarakat.
Baca juga: Isu BBM Habis dalam 21 Hari Imbas Konflik Timur Tengah, DPR Bakal Panggil Menteri ESDM
Roberth menjelaskan stok akan terus diperbarui melalui suplai di kliang atau melalui impor dari luar negeri.
"Stok ini terus dilakukan top-up / re-fill atau penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya, secara rutin berkala juga dilakukan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM," ujar dia.
Sementara, Manajer Communication and CSR Pertamina Patra Niaga Area Kalimantan, Edy Mangun, mengungkapkan istilah stok 21 hari itu bukan menunjukkan bahwa BBM akan habis dalam jumlah hari tersebut.
Namun, sambungnya, istilah itu mengacu pada standar keamanan energi secara nasional.
“Perlu dipahami bahwa ketahanan stok 20 hari itu adalah standar nasional. Artinya pemerintah mengamanahkan agar stok energi, khususnya BBM, selalu tersedia untuk kebutuhan minimal 20 hari ke depan,” jelas Edy dikutip dari Kompas.com.
Senada dengan penjelasan Roberth, Edy menjelaskan bahwa angka yang dimaksud bersifat dinamis dan stok BBM akan terus dipenuhi melalui proses distribusi tanpa henti.
“Makanya kita lihat di depot selalu ada kapal tanker masuk dan distribusi berjalan terus. Itu untuk menjaga ketahanan stok tersebut,” tambahnya.
Edy mengimbau agar masyarakat agar tetap tenang dan tidak terjebak dalam aksi panic buying.