Rabu, 3 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Perang AS Vs Iran Diprediksi Lama, Pemerintah Diminta Antisipasi Fiskal dan Jalankan Soemitronomics

Perang berkepanjangan membawa risiko krisis energi dan krisis pangan yang harganya menjadi mahal.

Tayang:
HO/IST
TANTANGAN EKONOMI RI - Acara diskusi Soemitro Economic Forum II: Refleksi 500 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: Kembalinya Ekonomi yang Berpihak pada Rakyat yang diselenggarakan Indonesia Roundtable of Young Economists (IN.RY) di Kraton Majapahit Jakarta, Kamis (12/3/2026). 

Leonardo A. Putong, General Convener Soemitro Economic Forum 2026 mengatakan, ajaran Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo harus terus dikembangkan, diajarkan kembali, dan dihidupi dalam kebijakan nyata—karena bagi Soemitro ekonomi bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan tentang manusia, rakyat dan keluarga yang berhak atas kehidupan yang bermartabat. 

“Warisan pemikiran ini adalah bagian dari DNA perjuangan ekonomi Indonesia, dan tidak boleh dipelintir untuk kepentingan pribadi atau keuntungan sesaat,” ujar Leonardo.

Soemitro Economic Forum II digelar untuk memperingati seperempat abad berpulangnya Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo, seorang guru bangsa dan pemikir ekonomi yang sepanjang hidupnya memperjuangkan kedaulatan ekonomi nasional serta kesejahteraan rakyat.

Forum ini dibuka oleh Prof AM Hendropriyono, dalam pandangannya Soemitronomic adalah jalan Indonesia menuju kedaulatan industri nasional.

Di tengah ketidakpastian geopolitik global, krisis energi, dan fragmentasi ekonomi dunia, Indonesia menghadapi peluang sejarah untuk menegakkan kembali ekonomi nasional sebagaimana yang dirumuskan oleh Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo. “Inti pemikirannya adalah membangun kapitalisme nasional yang berpihak pada kepentingan bangsa, yang negara berperan sebagai pengarah, pelindung, dan penggerak lahirnya kekuatan ekonomi nasional,” jelasnya.

Untuk membangun kapitalisme nasional, maka langkah strategis yang konkret harus dilakukan seperti hilirisasi total sumber daya alam; melahirkan konglomerat nasional berbasis produksi; 

Negara juga perlu mendorong lahirnya kapitalis nasional yang kuat dan produktif, bukan kapitalisme; memperkuat peran negara sebagai arsitek ekonomi; industrialisasi berbasis ekspor; dan revolusi pendidikan teknologi dan industri.

“Soemitronomics bukan sekadar teori ekonomi, melainkan strategi kebangkitan bangsa. Dalam kerangka ini, negara berperan sebagai pengarah, swasta nasional sebagai pelaku utama produksi dan sumber daya alam Indonesia menjadi fondasi industrialisasi."

"Jika dilaksanakan secara konsisten, strategi ini akan membawa Indonesia menuju cita-cita yang pernah dirumuskan oleh para pendiri bangsa, yaitu ekonomi nasional yang berdaulat, kuat dan berkeadilan,” ungkapnya.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved