Harga Saham
Pelemahan Rupiah dan Melonjaknya Harga Minyak Dunia Jadi Ujian Berat IHSG
IHSG diproyeksi melemah di kisaran 6.700–7.250, dipengaruhi tekanan global dan kekhawatiran domestik.
Namun demikian, Gedung Putih mengklaim bahwa pembicaraan dengan Iran terus berlanjut dan berjalan dengan baik.
“Pasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi perang Iran setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dan didukung Iran menyerang Israel pada akhir pekan lalu. Kelompok Houthi dapat membuka front baru dalam perang, mengingat mereka memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di Laut Merah,” ujar Ibrahim.
Rupiah juga dipengaruhi sentimen melebarnya defisit APBN. Pemerintah memperkirakan defisit APBN melebar dari target seiring dengan pembengkakan belanja subsidi akibat kenaikan harga minyak dunia yang dipicu perang Timur Tengah.
Defisit APBN bisa melebar ke 2,9 persen terhadap PDB, apabila harga minyak berada di level 100 dolar AS secara konsisten sepanjang tahun.
Melihat sentimen tersebut, Abrahim memperkirakan rupiah dalam sepekan ke depan rupiah bergerak dikisaran Rp 16.980 – Rp 17.120 per dolar AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IHSG-Kembali-Melemah-Pada-Penutupan-Perdagangan_20260202_204735.jpg)