Harga Saham
Pelemahan Rupiah dan Melonjaknya Harga Minyak Dunia Jadi Ujian Berat IHSG
IHSG diproyeksi melemah di kisaran 6.700–7.250, dipengaruhi tekanan global dan kekhawatiran domestik.
“Tekanan jual, khususnya dari investor asing, masih cukup dominan. Sentimen utamanya masih datang dari faktor global, terutama soal geopolitik di Timur Tengah,” ujarnya dikutip dari Kontan.
Menurutnya, sempat muncul optimisme setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut konflik berpotensi segera berakhir. Namun, pernyataan terbaru justru bernada lebih agresif, sehingga memicu kembali mode risk-off di pasar.
Kondisi ini diperparah oleh lonjakan harga energi, khususnya minyak mentah, yang turut menekan sentimen pasar global.
Dari domestik, kebijakan pemerintah untuk menahan harga bahan bakar minyak (BBM) dan mendorong efisiensi dinilai cukup tepat dalam meredam dampak kenaikan harga energi. Namun, pasar mulai mencermati potensi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selain itu, data ekonomi yang dirilis juga menunjukkan kondisi yang cenderung beragam. Surplus neraca perdagangan masih tercatat, namun mengalami penurunan secara tahunan. Sementara itu, inflasi yang mulai melandai di satu sisi menjadi sentimen positif, tetapi juga mencerminkan moderasi daya beli masyarakat.
Secara teknikal, Reza menilai IHSG masih berada dalam tekanan dengan kecenderungan konsolidasi.
“Support kuat di level 7.000 dan resistance di kisaran 7.100 hingga 7.200. Selama sentimen global belum kondusif, IHSG kemungkinan masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah,” jelasnya.
Pergerakan Rupiah
Pada Kamis (2/4/2026), rupiah di pasar spot melemah 0,11 persen ke level Rp 17.002 per dolar AS.
Dalam sepekan, nilai tukar rupiah sudah terkoreksi 0,57 persen.
Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah melorot 0,07 persen secara harian ke Rp 17.015 per dolar AS.
Analis Mata Uang Ibrahim mengatakan, pergerakan rupiah dalam sepekan ini dipengaruhi efek sentimen perang di Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump mengancam AS akan “menghancurkan” pembangkit energi dan sumur minyak Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz.
Hal ini menyusul penolakan Teheran terhadap proposal perdamaian AS sebagai “tidak realistis” dan serangan rudal baru-baru ini terhadap Israel.
Sementara Iran menyatakan siap menghadapi invasi darat oleh AS, terutama setelah laporan akhir pekan lalu menunjukkan Washington mengerahkan ribuan pasukan ke Timur Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IHSG-Kembali-Melemah-Pada-Penutupan-Perdagangan_20260202_204735.jpg)