Ekonomi Kreatif Didorong Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Berbasis Daerah
Seluruh daerah di Indonesia diharapkan dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan inovasi kreatif berbasis potensi lokal.
“Pelaku ekonomi kreatif harus adaptif. Produk kreatif tidak cukup hanya unik, tetapi juga harus memiliki kualitas dan inovasi yang mampu bersaing global,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix antara pemerintah, bisnis, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
Restog menambahkan, Kementerian Ekonomi Kreatif terus mendorong hilirisasi berbasis riset melalui penguatan data, perlindungan kekayaan intelektual, dukungan pendanaan, hingga perluasan akses pasar global.
Baca juga: IP Expo Indonesia 2026: Mempertemukan Raksasa IP Global, Brand, dan Ekonomi Kreatif di Jakarta
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Institut STIAMI, Sylviana Murni, menyoroti pentingnya adaptasi sistem pendidikan terhadap perubahan generasi dan perkembangan teknologi.
Ia menilai bahwa regulasi pendidikan di Indonesia sudah cukup siap, namun penguatan sumber daya manusia masih perlu terus ditingkatkan.
“Dari segi regulasi kita sudah siapkan, tapi dari segi SDM masih perlu dikembangkan. Artinya kita harus terus belajar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix serta pembelajaran berbasis pengalaman agar lulusan lebih siap menghadapi kebutuhan industri dan perkembangan zaman menuju Indonesia Emas 2045.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/INDUSTRI-KREATIF-Staf-Ahli-Menteri.jpg)