Breaking News:
DPR RI

Gus Ami Minta Pemerintah Lebih Perhatikan Nasib UMKM saat Pandemi

Menurut Gus Ami, UMKM telah menjadi penyangga masalah ketengakerjaan di Indonesia. UMKM telah mendonorkan tenaga kerja yang tidak sedikit

Istimewa
Abdul Muhaimin Iskandar. 

Lebih lanjut Gus Ami menuturkan, pilihan terhadap strategi pengembangan UMKM sehingga mampu menyerap tenaga kerja yang berkualitas menjadi keniscayaan. Hal ini karena dalam sejarah UMKM lah sebagai sektor yang mampu bertahan di saat krisis. UMKM terbukti mampu menangkal dampak buruk krisis global.

Selama ini, menurutnya, UMKM menjadi tumpuan sebagian besar tenaga kerja di Indoensia karena beberapa hal. Antara lain, selain keberadaanya tidak memerlukan modal banyak dan mensyaratkan keterampilan tinggi, ia juga tidak membutuhkan perizinan yang berbelit.

“Di tengah pandemi, disaat ekonomi kita tumbuh minus, saat pemerintah berupaya menggenjot penciptaaan lapangan kerja berkulaitas, maka tak ada pilihan lain selain negara harus hadir memperhatikan nasib UMKM, serta memberi daya dukung sehingga mampu bertahan dan eksis”, tanda ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Di masa pandemi dan lambatnya pergerakan ekonomi, menurut Muhaimin, dukungan yang bisa berikan pemerintah bisa melalui berbagai cara.

Selain tentu melalui stimulan-stimulan yang mampu memberi daya hidup terhadap keberadaan UMKM, perhatian pemerintah juga bisa diwujudkan melalui penciptaan program-program yang mampu mendorong inovasi UMKM. Salah satu yang bisa dilakukan adalah mendorong para UMKM ini untuk masuk pasar digital.

“Di era ekonomi digital ini, UMKM-UMKM mau tak mau harus didorong untuk masuk pasar digital. Ceruk pasar ini masih terbuka sangat lebar. Dari sekitar 60 jutaan UMKM di Indonesia, baru sekitar 3,379 juta UMKM yang masuk pasar digital. Artinya baru sekitar 8 persenan,” imbuh Gus Muhaimin.

Menurut Gus Ami, komitmen pemerintah dalam soal fiskal dalam konteks penanganan Covid–19 dan pencegahan pelambatan ekonomi  sebenarnya sudah cukup dominan. Berbagai skema perlindungan sosial juga sudah dilahirkan.

"Hanya yang diperlukan saat ini adalah kecepatan dan ketepatan sasaran dalam penyaluran berbagai bantuan sosial. Kecepatan dan ketepatan ini penting agar deperesi ekonomi bisa dihindari. Muaranya, memburuknya kemiskinan dan ketimpangan sosial akibat pandemi bisa diminimalisasi," pungkasnya.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved