Ibadah Haji 2026
Dari Bravo si 'Mungil', Nadi Pergerakan Bus Shalawat Layani Jemaah Haji di Makkah Dipantau
Nadi koordinasi operasional bus shalawat yang melayani jemaah haji Indonesia di Kota Makkah, Arab Saudi ada pada perangkat mungil bernama Bravo.
Cara kerjanya, petugas akan menghubungi petugas lain baik yang berada di terminal bus shalawat maupun markas atau ruang pusat kendali di kantor daerah kerja (daker) Makkah ketika membutuhkan informasi alias 'minta jalur.'
Begitu juga sebaliknya, petugas yang di ruang pusat kendali atau disebut Markas Monako (Monitoring Antar Kota) Makkah juga dapat melakukan hal serupa terhadap petugas di halte atau terminal.
"Komunikasi pengawasan berjalan dari dua sisi bahkan dengan sesama wilayah dan terminal," ujar Syamsul.
Selain itu, layanan monitoring dan tracking operasional bus shalawat dapat diketahui melalui GPS yang terpasang di sejumlah bus.
Sehingga petugas yang berada di ruang kendali dapat melakukan pengecekan posisi bus shalawat secara real time melalui peta digital.
Jika terjadi kendala seperti bus keluar rute, lanjut Syamsul, sistem koordinasi berbasis Bravo langsung diaktifkan secara berjenjang.
Laporan dari wilayah akan diteruskan ke terminal, kemudian ke markas untuk ditindaklanjuti, termasuk kemungkinan penjemputan atau pengawalan bus kembali ke jalur.
"Ketika ada laporan bus keluar jalur, komunikasi langsung dilakukan hingga ke markas. Bahkan bisa dilakukan penjemputan sampai jemaah kembali ke lokasi tujuan," jelas Syamsul.
Selain menggunakan Bravo, petugas haji dari layanan transportasi juga melakukan pencatatan manual dalam bentuk Retase sebagai bagian dari pengawasan operasional bus shalawat.
Melalui retase, petugas di halte dan terminal akan mencatat waktu kedatangan dan keberangkatan bus secara rinci. Termasuk aktivitas armada yang di dalamnya mengenai ketepatan waktu dan frekuensi perjalanan.
"Di Retase ada dua kolom, jadwal kedatangan dan keberangkatan. Itu dicatat oleh petugas di halte dan terminal agar memastikan bus tetap aktif," katanya.
Respons Petugas
Sementara itu, Wakil Kepala Pos Terminal Jabal Ka’bah, Yusof Ridho Anshari mengaku sangat terbantu dengan keberadaan Bravo dalam mendukung operasional di lapangan.
Menurutnya, setiap kali membutuhkan tambahan armada, ia cukup berkoordinasi melalui Bravo dengan pusat kendali.
Kemudian markas akan menghubungi pihak syarikah untuk mengirimkan bus cadangan atau menambah armada sesuai kebutuhan.
"Kami selalu menggunakan Bravo dan sangat membantu kami, utamanya ketika membutuhkan bantuan," ujarnya.
Ia menambahkan, selain dengan pihak markas, koordinasi juga dilakukan secara intens dengan petugas layanan transportasi di wilayah Jarwal dan Aziziyah.
Sebab, Terminal Jabal Ka'bah melayani bus shalawat yang mengangkut jemaah haji dari sektor 6 Jarwal dan sektor 10 Aziziyah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bravo-shalawat.jpg)