Kasus rabies di NTT berpotensi jadi 'wabah yang besar' hingga Timor Leste, kata ahli
Seorang ahli memprediksi, jika pemerintah setempat tidak melakukan langkah yang tepat untuk mengatasi kasus rabies, virus penyebab…
Apalagi di Pulau Flores, yang berseberangan dengan Pulau Timor, Kabupaten Sikka juga telah mengumumkan KLB rabies pada pekan lalu, dengan satu kasus kematian bocah berusia empat tahun pada 8 Mei 2023.
Sejak Januari hingga Mei 2023 Sikka mencatat 518 kasus gigitan anjing. Dari 17 spesimen anjing yang diperiksa, 10 di antaranya positif rabies, dikutip dari Kompas.com.
Dari status KLB di Sikka, dan dua kasus kematian lainnya di Kabupaten Ende dan Manggarai Timur pada bulan ini, dr Maria menilai seharusnya Pulau Flores menyandang status KLB agar virus rabies tidak menyebar ke luar pulau.
Namun, faktanya saat ini, virus rabies sudah mencapai Pulau Timor di seberangnya.
Dugaannya, virus itu sampai di Pulau Timor akibat tingkat vaksinasi HPR yang masih rendah.
Bahkan dr Maria menyebut vaksinasi tidak sampai 30% dari yang seharusnya melampaui 70% untuk mendapatkan herd immunity.
Ditambah lagi pelayaran-pelayaran tradisional yang dilakukan warga, yang tidak melalui proses karantina.
Anjing banyak dibawa dalam pelayaran karena hewan itu dianggap bisa memberikan sinyal bahaya, misalnya seperti datangnya badai.
“Tapi orang anggap remeh, saya lihat teman-teman di Dinas Peternakan dia terlalu menyepelekan. Surveilansnya mugkin jalan, tapi tidak membaca hasilnya,” kata Maria.
BBC News Indonesia berupaya mengonfirmasi tingkat vaksinasi HPR kepada dinas terkait Namun, sampai berita ini diturunkan belum ada jawaban.
Sementara itu, Kementerian Pertanian melempar isu ini kepada pemerintah daerah.
"Soal itu yang lebih paham pemerintah setempat," kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah, dalam pesan singkat kepada BBC News Indonesia.
Wartawan Eliazar Robert di Kupang, NTT, berkontribusi untuk artikel ini.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.