Konflik Palestina Vs Israel
Demi Gencatan Senjata di Gaza, AS Desak Israel-Hamas dan Jalin Hubungan dengan Negara Arab-Muslim
Joe Biden dan para pembantu utamanya telah menjalin hubungan telepon dengan negara-negara Arab dan Muslim.
Penulis:
Nuryanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Mereka juga mengancam akan meruntuhkan koalisi pemerintahan jika Netanyahu menyetujui usulan yang diungkapkan oleh Presiden AS Joe Biden pada Jumat (31/5/2024).
Bezalel Smotrich dan Itamar Ben-Gvir mengatakan, mereka menentang kesepakatan apa pun sebelum Hamas dihancurkan.
Pada Sabtu (1/6/2024), Smotrich mengungkapkan percakapannya dengan Netanyahu.
"Tidak akan menjadi bagian dari pemerintah yang menyetujui garis besar yang diusulkan dan mengakhiri perang tanpa menghancurkan Hamas dan membawa kembali semua sandera," kata Smotrich kepada Netanyahu, dikutip dari BBC.
Sementara itu Ben-Gvir, pemimpin oposisi Yair Lapid berjanji mendukung pemerintah jika Benjamin Netanyahu mendukung rencana tersebut.
Yair Lapid merupakan salah satu politisi oposisi paling berpengaruh di Israel.
Baca juga: Israel Sebut 80 Sandera Masih Hidup di Jalur Gaza, Setidaknya 43 Sandera Tewas
Ia dengan cepat menawarkan dukungannya kepada perdana menteri yang diperangi tersebut.
Adapun Partai Yesh Atid yang dipimpinnya memegang 24 kursi.
"Netanyahu memiliki jaring pengaman untuk kesepakatan penyanderaan jika Ben-Gvir dan Smotrich meninggalkan pemerintahan," kata Yair Lapid.

Diketahui, selama konferensi pers di Gedung Putih pada Jumat sore, Joe Biden mengatakan, Israel telah mengajukan proposal baru yang komprehensif untuk mengakhiri perang.
“Ini adalah peta jalan menuju gencatan senjata yang langgeng,” ujarnya kepada wartawan, seperti diberitakan Al Jazeera.
Joe Biden mengatakan, usulan tersebut mencakup tiga fase.
Fase yang pertama akan berlangsung selama enam minggu.
Hal itu mencakup gencatan senjata penuh dan menyeluruh, serta penarikan pasukan Israel dari seluruh wilayah berpenduduk di Gaza.
Baca juga: Lagi, Serangan Udara Israel Tewaskan 19 Orang di Gaza ketika Upaya Gencatan Senjata Digencarkan
Tahap pertama juga akan mencakup sejumlah tawanan yang ditahan di Jalur Gaza, termasuk perempuan dan orang lanjut usia, yang akan dibebaskan sebagai ganti ratusan tahanan Palestina di Israel.
Sementara itu, bantuan kemanusiaan akan mengalir ke Gaza.
“Ada sandera Amerika yang akan dibebaskan pada tahap ini dan kami ingin mereka pulang,” kata Biden.
Ia menambahkan, Qatar telah menyampaikan proposal tersebut kepada kelompok Palestina Hamas, yang menguasai Gaza.
(Tribunnews.com/Nuryanti)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.